News

Hanyut di Lautan 4 Hari, Ibu ini Minum Urine Agar Bisa Menyusui Dua Anaknya

Mariely meninggal usai mengapung di samudera selama empat hari karena kapal yang ia tumpangi karam.


Hanyut di Lautan 4 Hari, Ibu ini Minum Urine Agar Bisa Menyusui Dua Anaknya
Mariely Chacon mengorbankan hidupnya sendiri untuk menyelamatkan anak laki-lakinya yang berusia enam tahun dan putrinya yang berusia dua tahun (Daily Mail)

AKURAT.CO Seorang wanita 40 tahun dari Venezuela bernama Mariely Chacon menjadi perbincangan hangat karena pengorbanannya yang luar biasa kepada anak-anaknya. 

Diketahui, Mariely meninggal usai mengapung di samudera selama empat hari karena kapal yang ia tumpangi karam. Sebelum wafat, Mariely berupaya keras untuk bertahan demi bisa menyusui kedua anaknya. Itu termasuk bagaimana ia rela meminum air kencingnya sendiri. Berkat pengorbanannya, dua anak Mariely, Jose David (6) dan Maria Beatriz Camblor Chacon (2), akhirnya selamat. 

Hanyut di Lautan 4 Hari, Ibu ini Minum Urine Agar Bisa Menyusui Dua Anaknya - Foto 1
INEA via DailyMail

Sebagaimana diungkap Daily Mail, semuanya berawal ketika Mariely, suami, dua anak, dan pengasuhnya pergi berlibur ke sebuah pulau di Samudra Atlantik awal September lalu. Namun, saat perjalanan pulang, perahu dihantam gelombang besar dan akhirnya hancur menjadi kepingan. 

Dalam peristiwa itu, Mariely dan dua anaknya selamat. Ketiganya lantas mengapung di lautan di atas runtuhan kapal. Saat itulah, Mariely tahu harus berbuat apa. Ia fokus agar bisa bertahan hidup selama mungkin demi menyusui anak-anaknya. Mariely lalu mulai mengonsumsi urinenya sendiri untuk memperoleh energi.

Empat hari setelah insiden, tim penyelamat kemudian menemukan Jose dan Maria memegang jasad ibu mereka di runtuhan kapal. Keduanya langsung dilarikan ke rumah sakit dengan dehidrasi dan luka bakar tingkat pertama.

Para pejabat juga mengatakan bahwa, meski selamat, kedua anak Mariely menderita PTSD dan cedera fisik.

Setelahnya, terungkap bahwa pengasuh anak Mariely, Veronica Martinez (25) juga selamat. Veronica hidup setelah mengapung selama empat hari dan bersembunyi di lemari es untuk menghindari panas.

Sementara lima awak lainnya, termasuk suami Mariely, Remis David Camblor masih dinyatakan hilang.

Hanyut di Lautan 4 Hari, Ibu ini Minum Urine Agar Bisa Menyusui Dua Anaknya, Tapi Akhirnya Meninggal - Foto 2
 INEA via Daily Mail

Dilaporkan bahwa kapal yang ditumpangi Mariely adalah kapal Thor de Higuerote. Kapal ini mengadakan perjalanannya ke pulau Karibia La Tortuga yang tidak berpenghuni pada 3 September lalu. Dikatakan bahwa saat berlabuh itu, Thor de Higuerote membawa sembilan awak, termasuk Mariely dan keluarganya. 

Ayah Mariely, Humberto Chacon, juga menambahkan bagaimana saat itu, Mariely dan suaminya hanya bermaksud ingin pergi untuk 'menghibur anak-anaknya'. Namun, liburan yang telah direncanakan dengan matang itu ternyata berubah  menjadi bencana setelah gelombang besar menghancurkan lambung kapal.

Pejabat setempat kemudian mengonfirmasi bahwa Mariely meninggal karena kegagalan organ yang disebabkan oleh dehidrasi. Sementara sebuah sumber yang dikutip oleh surat kabar La Republica mengatakan, organ vital Mariely sempat kolaps karena kekurangan elektrolit.

Pemakaman Mariely rencananya akan dilansungkan pada Sabtu (18/9) waktu setempat. 

Sementara pencarian lima awak yang hilang masih akan terus dilakukan. Meskipun dalam hal ini, kecil harapan untuk menemukan mereka dalam kondisi hidup. 

Empat dari lima orang hilang lainnya di kapal adalah Jose Javier Marcano Narvaez; Alejandro Osorio Graterol; Vianney Carolina Dos Santos Morales; dan Remis David Camblor yang bertugas sebagai nakhoda kapal.

Hanyut di Lautan 4 Hari, Ibu ini Minum Urine Agar Bisa Menyusui Dua Anaknya, Tapi Akhirnya Meninggal - Foto 3
 Daily Mail

"Pada 3 September pukul 9.30 pagi, sebuah kapal pesiar bernama Thor meninggalkan Higuerote menuju Pulau La Tortuga dengan jadwal kembali pada 5 September.

"Otoritas pelabuhan diberitahu pada tanggal 5 September sekitar pukul 11 ​​malam bahwa kapal gagal mencapai tujuannya atau kembali ke lokasi yang ditinggalkannya dan operasi pencarian diluncurkan.

"Pada 6 September pukul 18.20, kami diberitahu tentang sebuah kapal putih kecil yang hanyut dari pulau La Orchila yang mengarah pada reorientasi operasi pencarian.

"Pada 7 September pukul 14:10, empat orang diselamatkan, dua di antaranya anak-anak, oleh kapal penjaga pantai AB Carecare.

"Kami berbagi rasa sakit dengan keluarga para korban tragedi mengerikan ini," terang Otoritas Maritim Nasional Venezuela (INEA) dalam sebuah pernyataan. 

Sementara itu, salah seorang pejabat INEA membeberkan bahwa Mariely meninggal antara tiga atau empat jam sebelum penyelamatan dilakukan. Pejabat itu juga mengakui bahwa Mariely dan lainnya mungkin masih bisa hidup jika mereka memiliki radio, GPS, atau perangkat keamanan lain, seperti suar.

"Ibu yang meninggal itu membuat anak-anaknya tetap hidup dengan menyusui mereka dan meminum air seninya sendiri.

"Dia meninggal tiga atau empat jam sebelum penyelamatan. Dia mengalami dehidrasi setelah tidak minum air selama tiga hari."[]