Ekonomi

Hanya Sebagai Pengganti Gas, Jerman Tetap Tinggalkan Batubara di 2030

Tetapi tidak ada rencana sama sekali di pemerintah saat ini untuk meragukan kebijakan phase out dari batu bara.


Hanya Sebagai Pengganti Gas, Jerman Tetap Tinggalkan Batubara di 2030
Ilustrasi batu bara (australianmining.com.au)

AKURAT.CO, Pemerintah Jerman sebelumnya diketahui sedang menyiapkan draf “UU Pemeliharaan Pembangkit Listrik Pengganti” yang membuat sebagian kalangan kebingungan.

UU itu telah disahkan melalui kabinet pada tanggal 8 Juni dan akan dilakukan pemungutan suara di parlemen pada tanggal 8 Juli mendatang. Gagasan undang-undang tersebut adalah untuk mengganti cadangan gas dengan pembangkit listrik yang ada (yaitu batu bara) untuk jangka waktu terbatas hingga 31 Maret 2024.

Berdasarkan keterangan resmi dari Direktur Kebijakan dan Lembaga Think Tank German Watch Christoph Bals mengatakan tidak tampak keraguan sama sekali bagi Pemerintah Jerman saat ini untuk segera meninggalkan batubara sesuai dengan UU.

baca juga:

“Pemerintah Jerman hanya berpikir bahwa cadangan untuk 2-3 tahun ke depan dalam situasi Jerman memiliki kekurangan pasokan gas yang ekstrem dan musim dingin yang sangat dingin, pembangkit listrik tenaga batu bara itu akan digunakan untuk sementara. Tetapi tidak ada rencana sama sekali di pemerintah saat ini untuk meragukan kebijakan phase out dari batu bara,” kata Bals pada Minggu (26/6/2022).

Sedangkan analis dari Inggris, Dave Jones dari lembaga think tank Ember mengatakan bahwa saat ini energi listrik bersih akan datang lebih cepat, walaupun akan ada sedikit peningkatan pembangkit listrik tenaga batu bara dalam jangka pendek jika Putin terus memotong gas Eropa. 

"Sebagian besar negara di Eropa menggandakan transisi energi listrik mereka, dengan tarif pembangunan baru dan sangat ambisius yang ditetapkan dekade ini untuk pembangkit tenaga angin dan matahari, yang tidak diragukan lagi akan menghasilkan penurunan emisi CO2 yang lebih cepat,” tegas Dave.

Di sisi lain, pada musim panas nanti Pemerintah Jerman bakal menerapkan model lelang gas, yang akan menetapkan insentif bagi konsumen industri untuk mengurangi konsumsi gas mereka serupa dengan skema yang sudah ada di pasar listrik.

Pada umumnya hal ini biasa disebut skema pengurangan sisi permintaan yang dimana perusahaan akan dibayar "remunerasi berdasarkan harga tenaga kerja" untuk tidak mengkonsumsi gas.

Sebelumnya Menteri Ekonomi Jerman, Robert Habeck mengatakan situasi tegang dan tingginya harga ini sebagai dampak langsung dari agresi Putin terhadap Ukraina. Menurut Habeck Putin seakan sedang memecah belah Eropa demi mendapatkan kenaikan harga darinya.

"Untuk itu, sementara waktu harus menggunakan pembangkit listrik berbahan bakar batu bara. Tentu ini berat, tetapi situasi ini sangat diperlukan agar kemudian bisa mengurangi konsumsi gas," kata Habeck.[]