News

Kata Polisi, Pemeriksaan Kalapas Tangerang Masih Bersifat Umum

Meski sudah diperiksa 10 jam lamanya, tidak menutup kemungkinan Kepala Lapas Kelas I Tangerang Viktor Teguh Prihartono kembali diperiksa


Kata Polisi, Pemeriksaan Kalapas Tangerang Masih Bersifat Umum
Kepala Lapas Kelas I Tangerang Viktor Teguh Prihartono saat akan menjalani pemeriksaan di Gedung Ditkrimum Polda Metro Jaya, Selasa (14/9/2021) (AKURAT.CO/Zendy Pradana)

AKURAT.CO, Penyidik Ditkrimum Polda Metro Jaya memeriksa Kepala Lapas Kelas I Tangerang Viktor Teguh Prihartono. Pemeriksaan ini merupakan bagian dalam penyidikan atas kebakaran di Lapas tersebut yang merenggut puluhan jiwa narapidana.

"Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi," ujar Ditkrimum Polda Metro Jaya, Kombes Tubagus Ade Hidayat, Selasa (14/9/2021) malam. 

Tubagus berujar bahwa pemeriksaan Viktor masih bersifat umum. Penyidik menggali informasi dari Viktor terkait tugasnya sebagai kepala Lapas.

"Masih bersifat umum menyangkut masalah tentang fungsi tugas dan peran," ucapnya.

Pantauan redaksi, Viktor menjalani pemeriksaan tak kurang dari 10 jam. Ia tiba di Gedung Ditkrimum Polda Metro Jaya pukul 10.45 WIB dan baru menyelesaikan pemeriksaan pada pukul 21.30 WIB. 

Tubagus mengatakan tim penyidik juga memeriksa enam petugas Lapas lainnya sebagai saksi. Mereka adalah Kepala Bagian Tata Usaha, Kepala Bidang Administrasi Keaman dan Ketertiban, Kepala Sub Bagian Umum, Kepala Bidang Keamanan, Kepala Seksi Perawatan, dan Kepala KPLP. Selain itu, di hari yang sama, dua narapidana turut diperiksa.

Tubagus juga menuturkan bahwa tidak menutup kemungkinan jika terhadap pemeriksaan tambahan terhadap beberapa saksi.

"Kalau masalah penambahan pemeriksaan saksi masih terus berlangsung dan tidak menutup kemungkinan juga beberapa saksi juga akan dilakukan pemeriksaan tambahan," ujar Tubagus.

Kebakaran terjadi di Blok C Lapas Kelas 1 Tangerang pada Rabu dini hari pekan lalu. Kebakaran diduga karena korsleting listrik. Pihak berwenang sedang mendalami kasus ini untuk mengungkap penyebab pastinya.

Saat ini, dari 41 jenazah yang berada di RS Polri, terdapat 25 jenazah yang sudah teridentifikasi dan 16 jenazah diserahkan kepada pihak keluarganya. Secara keseluruhan, korban meninggal dunia akibat tragedi ini adalah 48 orang. Sebanyak 7 di antaranya meninggal di RSUD Tangerang.[]