Olahraga

Hamilton Menembus Batas, 13 Tahun Sejak Gelar Pertama di Kanada

Lewis Hamilton mencapai 92 kemenangan melewati rekor 91 kemenangan milik Michael Schumacher yang bertahan sejak 2006.


Hamilton Menembus Batas, 13 Tahun Sejak Gelar Pertama di Kanada
Lewis Hamilton saat berada di podium juara Grand Prix Portugal 2020 di Portimao, Portugal, Minggu (25/10). (REUTERS/Rudy Carezzevoli)

AKURAT.CO, Lewis Hamilton baru berusia 22 tahun ketika ia naik ke podium pertamanya di kelas Formula One (F1) pada Grand Prix Kanada 2007. Kala itu, ia mengalahkan dua pembalap senior dari tim Sauber, Nick Heidfeld, di posisi kedua, dan Alexander Wurz dari AT&T Williams di podium ketiga.

Dunia berubah sejak itu dan tidak ada yang menyangka bahwa rekor 91 kemenangan milik legenda Michael Schumacher yang pecah di musim sebelumnya bisa terlampaui pada tahun ini. Hamilton mencapai kemenangan ke-92 di Grand Prix Portugal 2020, Minggu (25/10).

Secepat balapan, capaian rekor kemenangan Hamilton juga diraih dalam waktu yang lebih cepat baik dari segi jumlah musim dan usia ketimbang Schumacher. Hanya saja, Schumacher hanya perlu sebelas musim untuk memecahkan rekor 51 rekor milik Alain Prost pada Grand Prix Belgia di Spa pada Agustus 1996.

Tetapi, kala itu rekor yang mesti dipecahkan baru sampai pada angka 50-an sementara Schumacher meninggalkan angka 91 untuk pembalap generasi penerus. Hamilton merebut angka 92 dalam waktu 13 tahun untuk memecahkan rekor atau lebih lambat dua musim ketimbang Schumacher memecahkan rekor Prost.

Pada catatan yang lebih rinci lagi, Schumacher mesti menempuh 16 musim untuk meraih kemenangan ke-91 di Shanghai, China, Oktober 2006. Pada tahun itu, Hamilton bahkan masih bermain di GP2 Series.

Sejak kemenangan terakhir Schumacher, mengingat selisih 39 kemenangan dari rekor terakhir yang dipegang Prost, sulit membayangkan ada yang bisa melewati kemenangan Schumacher. Entah berapa musim yang dibutuhkan pembalap untuk bisa melewati catatan pembalap asal Jerman tersebut.

Tetapi Hamilton berbeda, ia menempuh jalan yang relatif lebih sulit dari kebanyakan pembalap dengan latar belakang sederhana sebagai warga kulit hitam. Mengenangkan kerja keras ayahnya yang melakoni tiga pekerjaan saat membiayainya di balapan go-kart di masa kanak-kanak agaknya membuat Hamilton ingin menembus batas.

Lewis Hamilton dan ayahnya, Anthony Hamilton, saat merayakan rekor 92 kemenangan sang pembalap. REUTERS/Jorge Guerrero.

Jika Schumacher butuh sebelas musim untuk mencapai rekor 52 kemenangan, maka Hamilton hanya perlu menjejakkan kaki di musim kesembilannya untuk jumlah itu. Sementara untuk sampai ke angka 92 untuk coretan baru di buku sejarah, Hamilton hanya perlu 13 musim atau lebih cepat tiga musim dari Schumacher.

Capaian Hamilton ini seakan menandai generasi pemecah rekor dalam dunia olahraga di generasinya. Bukan hanya sekadar memecahkan rekor tetapi juga memecahkan angka yang menaikkan standar statistik.

Bersama Hamilton, generasi ini bersanding dengan pemecah rekor yang tak terbayangkan seperti Lionel Messi, Cristiano Ronaldo, serta dua legenda hidup di lintasan atletik, Usain Bolt dan Eliud Kipchoge.

Namun, dengan pencapaian dan penampilannya saat ini, Hamilton sepertinya masih berpeluang untuk memperjauh rekor tersebut. Mari berhitung dengan membandingkannya dengan Scumaher, jika Schumacher meraih kemenangan terakhirnya pada usia 37 tahun, itu berarti Hamilton masih punya dua musim lagi untuk mengejar kemenangan-kemenangan berikutnya karena tahun ini ia baru berusia 35 tahun.

Melihat Hamilton, rasanya kemenangan-kemenangan itu masih memungkinkan sebab ia kini dalam usaha menyamai tujuh gelar juara dunia milik Schumacher dan jika itu sudah tercapai, pembalap berkulit hitam pertama yang menjuarai F1 ini berpeluang menambah gelar kedelapan di musim mendatang.[]

Hervin Saputra

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu