Olahraga

Hamilton: Keputusan Kasus Floyd Fajar Baru Perjuangan Keadilan Rasial

"Keadilan untuk George. Ini monumental, kematian George tidak sia-sia,” tulis Hamilton.


Hamilton: Keputusan Kasus Floyd Fajar Baru Perjuangan Keadilan Rasial
Lewis Hamilton saat melakukan aksi melawan rasisme sebelum di GP Bahrain, 28 Maret silam.

AKURAT.CO, Pemilik tujuh gelar juara dunia Formula One (F1), Lewis Hamilton, mengaku lega dengan keputusan pengadilan yang menyatakan pembunuh George Floyd, Derek Chauvin, bersalah atas semua tuduhan. Hamilton menggambarkan keputusan ini sebagai babak baru dalam perjuangan keadilan rasial.

“Hasil persidangan Derek Chauvin adalah sesuatu yang benar. Mendakwa dia dengan tiga tuduhan menandai fajar baru dalam pertarungan untuk keadilan rasial,” tulis Hamilton di akun Instagramnya.

Chauvin adalah petugas kepolisian yang menyebabkan Floyd meninggal dunia di Minneapolis, Minnesota, Mei tahun lalu. Ketika itu, Chauvin menindihkan lututnya ke leher Floyd di jalanan selama sembilan menit.

Peristiwa ini memicu demonstrasi menuntut keadilan rasial karena Floyd adalah warga kulit hitam AS. Lewis Hamilton adalah salah satu pelopor aksi demonstrasi tersebut di lintasan F1 dalam gelombang tersebut.

“Ini adalah pertama kalinya seorang petugas kulit putih dihukum karena membunuh seorang lelaki kulit hitam di Minnesota. Keadilan untuk George. Ini monumental, kematian George tidak sia-sia,” tulis Hamilton.

“Tetapi ini hanyalah satu langkah di jalan setapak menuju masyarakat yang lebih setara. Pertarungan belum selesai, dan masih banyak yang harus dilakukan, tetapi kita bisa menganggap hari ini (keputusan kasus Chauvin) adalah seberkas harapan.”

Hal senada juga disampaikan oleh legenda tenis AS, Billie Jean King. Pemilik 12 gelar juara grand slam tersebut menganggap bahwa keputusan terhadap kasus Chauvin menunjukkan bahwa tindakan terhadap ketidakadilan rasial atas warga kulit hitam adalah sesuatu yang terlambat.

“Masa untuk menguji kembali secara kolektif perlakuan terhadap warga kulit hitam, terutama anak lelaki dan pria kulit hitam, oleh penegak hukum adalah sesuatu yang sangat terlambat,” kata King. “Jalan penyembuhan harus dimulai.”

Namun demikian, beberapa pihak mewanti-wanti agar keputusan dalam kasus Chauvin bukanlah akhir dari segalanya. Bagaimanapun, perjuangan belum berakhir sementara George Floyd tetap tak bisa kembali.

“Ini tetap hari yang sedih. Baik untuk melihat seseorang dimintai pertanggungjawaban atas tindakannya. (Tetapi) itu tidak membawa kembali George Floyd,” kata pelatih klub NBA, Los Angeles Clippers, Tyronn Lue.[]

Hervin Saputra

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu