Olahraga

Hamilton Jadi Korban Rasisme, Bos Mercedes Murka

Lewis Hamilton turut menjadi korban rasisme di media sosial.


Hamilton Jadi Korban Rasisme, Bos Mercedes Murka
Setelah absen di Grand Prix Sakhir di Bahrain, akhir pekan lalu, Pembalap Mercedes Lewis Hamilton bersiap kembali beraksi di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, akhir pekan ini. (F1)

AKURAT.CO, Aksi rasisme di media sosial kembali terjadi. Setelah Marcus Rashford, Bukayo Saka, dan Jadon Sancho, kali ini giliran Lewis Hamilton yang menjadi korbannya. Bos Mercedes, Toto Wolff mengatakan itu merupakan suatu tindakan yang tidak dapat di terima.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, setelah final Piala Eropa 2020 usai Inggris dikalahkan Italia, tiga pemain Tim Nasional Inggris menjadi korban rasisme di media sosial. Mereka adalah Rashford, Saka dan Sancho. Nampaknya, tindakan rasisme tidak berhenti sampai disitu. Para pelaku mulai menyasar Hamilton.

“Kami telah melihatnya di sepak bola di Kejuaraan Eropa dan pelecehan yang sama sekali tidak dapat diterima, dan hal yang sama kemarin, dan saya masih mempertanyakan apakah beberapa orang tidak memahaminya. Ini tidak dapat diterima dan kami akan bereaksi," kata Wolff, sebagaimana diberitakan BBC Sports.

Sementara itu, Facebook dan Instagram mengatakan pelecehan rasisme yang ditujukan kepada Hamilton selama dan setelah balapan Grand Prix Inggris tidak dapat diterima. Mereka pun telah menghapus sejumlah komentar dari platform media sosial itu.

Juara dunia tujuh kali itu merayakan rekor kemenangan kedelapan Grand Prix Inggris di Silverstone, Minggu (17/7) setelah bangkit dari penalti 10 detik pasca tabrakan di lap pertama yang berakhir dengan saingannya dalam meraih gelar, Max Verstappen dibawa ke rumah sakit.

Namun setelah balapan, pebalap berusia 36 tahun itu menjadi sasaran rasisme online beberapa jam setelah kemenangan, dengan pesan rasis termasuk emoji monyet yang dikirim sebagai balasan atas posting oleh tim Mercedes-nya di Instagram.

Sebagaimana diketahui, Hamilton telah menjadi advokat vokal untuk keadilan sosial dan di antara pendukung gerakan “Black Lives Matter”. Pebalap asal Inggris itu mengatakan sebelum balapan bahwa dia terinspirasi oleh reaksi pemain sepak bola Inggris terhadap pelecehan rasis setelah kekalahan adu penalti mereka dari Italia di final Kejuaraan Eropa.

Sementara itu, Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson bertemu dengan perusahaan media sosial minggu lalu untuk meminta mereka meningkatkan perang melawan penyalahgunaan online.