Tech

Halodoc Masuk Daftar Digital Health 150 Paling Inovatif di 2020


Halodoc Masuk Daftar Digital Health 150 Paling Inovatif di 2020
CEO dan Co-founder Halodoc, Jonathan Sudharta (dok. Halodoc)

AKURAT.CO, Pada 13 Agustus lalu, CB Insights menobatkan Halodoc sebagai salah satu startup yang masuk dalam daftar Digital Health 150. Daftar ini menampilkan 150 perusahaan kesehatan digital paling menjanjikan di seluruh dunia. 

Ini merupakan kali kedua secara berturut-turut di mana Halodoc masuk dalam kategori Virtual Care Delivery dalam ajang ini.

Menggunakan metode penelitian berbasis data, tim riset CB Insights menyeleksi Digital Health 150 dari ratusan aplikasi yang masuk dengan mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk aktivitas paten, kualitas investor, analisis sentimen pemberitaan media, skor Mosaic, potensi pasar, kolaborasi, lanskap kompetitif, kekuatan tim, dan inovasi teknologi yang ditawarkan.

Skor Mosaic yang berlandaskan algoritma CB Insights mengukur keseluruhan kesehatan dan potensi pertumbuhan perusahaan untuk membantu memprediksi momentum mereka.

Halodoc menjadi satu-satunya perusahaan asal Asia Tenggara yang masuk dalam daftar Digital Health 150 untuk kategori Virtual Care Delivery di tahun 2020, setelah berhasil untuk pertama kalinya meraih pencapaian yang sama pada tahun 2019. 

Pada Digital Health 150 tahun ini, tercatat perusahaan-perusahaan rintisan yang menghadirkan terobosan untuk layanan kesehatan tradisional di 12 kategori, mulai dari Virtual Care Delivery dan Clinical Trials, hingga Drug Discovery dan Specialty Care

Adapun perusahaan-perusahaan startup ini antara lain berasal dari Kanada, Tiongkok, Israel, Perancis, Inggris, dan Amerika Serikat. 

CEO CB Insights, Anand Sanwal mengatakan digital Health 150 tahun ini merupakan edisi dengan cakupan global paling luas yang pernah diadakan, melingkupi berbagai perusahaan swasta di bidang kesehatan terbaik dari 18 negara. 

"Selain keberagaman lokasi, perusahaan-perusahaan ini juga melahirkan inovasi di seluruh value chain layanan kesehatan, mulai dari teknologi yang bermanfaat bagi perusahaan farmasi dan bioteknologi, hingga payers, rumah sakit, asuransi, dan banyak lainnya," ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima AkuratIptek, Rabu (26/8/2020).

Menurut Anand, pemenang Digital Health 150 tahun lalu mendapatkan total pendanaan hingga mencapai hampir USD 5 miliar.

Sementara itu, CEO dan Co-founder Halodoc, Jonathan Sudharta mengatakan  pengakuan ini menurutnya menjadi motivasi bagi pihaknya sebagai perusahaan rintisan karya anak bangsa untuk terus berinovasi.

"Melalui pencapaian ini, kami berharap dapat menjadi inspirasi bagi ekosistem perusahaan rintisan lokal dalam meningkatkan daya saing dan membuktikan bahwa Indonesia mampu berada di level yang sama dengan perusahaan global," pungkasnya.