News

Halangi Penyidikan Korupsi LPEI, Kejagung Tetapkan Seorang Pengacara Tersangka

Perkara dugaan korupsi penyelenggaraan pembiayaan ekspor nasional oleh Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) tahun 2013-2019 memasuki babak baru.


Halangi Penyidikan Korupsi LPEI, Kejagung Tetapkan Seorang Pengacara Tersangka
Jampidsus Kejaksaan Agung akhirnya menetapkan seorang pengacara Didit Wijayanto Wijaya. Didit diduga otak perkara menghalangi penyidik dalam perkara ini. (Dok. Puspenkum)

AKURAT.CO, Perkara dugaan korupsi penyelenggaraan pembiayaan ekspor nasional oleh Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) tahun 2013-2019 memasuki babak baru.

Tim penyidik Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung akhirnya menetapkan seorang pengacara Didit Wijayanto Wijaya. Didit diduga otak perkara menghalangi penyidik dalam perkara ini.

Didit ditangkap di sebuah pusat perbelanjaan di kawasan Jakarta Selatan pada Selasa malam (30/11/2021), pukul 20.00 WIB. Kemudian dibawa ke Gedung Bundar JAM-Pidsus untuk diperiksa hingga Rabu (1/12/2021) dini hari.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Leonard Eben Ezer Simanjuntak mengungkapkan bahwa Didit merupakan penasehat hukum yang bertindak atas nama pemberi kuasa tujuh orang saksi yang telah ditetapkan sebagai tersangka terlebih dahulu pada 2 November 2021.

"Tersangka telah mempengaruhi dan mengajari tujuh orang saksi tersebut untuk menolak memberikan keterangan sebagai saksi dengan alasan yang tidak dipertanggungjawabkan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan," kata Leo dalam keterangannya, Jakarta, Rabu (1/12/2021) dini hari.

Sehingga, kata Leo, perbuatan Didit telah menyulitkan penanganan dan penyelesaian penyidikan perkara dugaan tindak pidan korupsi LPEI yang masih ditangani oleh Tim Penyidik Satgassus P3TPK pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus.

"Tim Penyidik telah menemukan cukup bukti adanya peran Didit sebagai kuasa hukum para saksi, yang dengan sengaja mempengaruhi dan mengajak para saksi tersebut untuk menghalangi atau merintangi secara langsung atau tidak langsung terkait penyidikan tindak pidana korupsi," kata Leo.

Sebelum ditangkap dan dilakukan penahanan, tersangka Didit telah dipanggil secara patut sebagai saksi sebanyak dua kali yaitu tanggal 26 November 2021 namun tidak menghadiri panggilan.

Sehingga Tim Penyidik memanggil sekali lagi tanggal 30 November 2021 namun yang bersangkutan tidak juga hadir dengan alasan meminta pengunduran waktu pemeriksaan dan beralasan tidak dapat dituntut karena sedang menjalankan tugas sebagai advokat.