News

Hakim Temukan Maladministrasi Proses Penyidikan Kasus Pengrusakan Mobil PT KBPC

Sidang lanjutan kasus perusakan truk PT KBPC dengan terdakwa Mardedi Susanto masih berlangsung di Pengadilan Negeri Muara Bungo.


Hakim Temukan Maladministrasi Proses Penyidikan Kasus Pengrusakan Mobil PT KBPC
Pemeriksaan dump truck di PN Muara Bungo (Dokumen kuasa hukum)

AKURAT.CO, Sidang lanjutan kasus perusakan truk PT KBPC dengan terdakwa Mardedi Susanto masih berlangsung di Pengadilan Negeri Muara Bungo. Terbaru, sidang dengan agenda pemeriksaan saksi dari penyidik kepolisian digelar Jumat (21 Januari 2022).

Dari keterangan saksi, terungkap sejumlah fakta penting. Di antaranya dugaan maladministrasi saat proses penyidikan di Kepolisian.

Kuasa hukum terdakwa Bachtiar Marasabessy mengatakan saksi penyidik Erfan Boy saat ditanyakan terkait penyerahan barang bukti pinjam pakai pada tanggal 16 Juni 2021 yang diajukan pelapor, sementara penyidik membuat surat berita acara dengan tanggal yang sama yaitu tanggal 16 Juni 2021.

baca juga:

"Sedangkan surat perintah yang dikeluarkan Kasat Reskrim baru dikeluarkan pada tanggal 18 Juni 2021. Artinya permohonan pinjam pakai barang bukti tersebut diserahkan kepada pelapor sebelum surat perintah dari Kasat Reskrim, lebih lucu lagi di tanggal 16 Juni pelapor mengajukan permohonan dan penyidik menyerahkan kepada Pelapor pada tanggal yang sama yaitu pada tanggal 16 juni ini tentu sangat berbeda berita acara saat dalam persidangan," kata Bachtiar dalam rilisnya, Jakarta, Minggu (23/1/2022).

Kejanggalan lainnya berdasarkan keterangan saksi tersebut adalah barang bukti truk tidak pernah dititipkan di kepolisan maupun di tempat penyimpanan barang bukti yang seharusnya, tetapi ditempatkan di gudang milik PT KBPC.

Dalam persidangan, keterangan saksi penyidik Polres Bungo Bripka Erfan Boy menyampaikan, berkas untuk kasus tersebut ada kesalahan pengetikan dan kelalaian dalam pembuatan BAP.

Menanggapi itu, Ketua Majelis Hakim yang menangani kasus ini, Meirina Dewi Setiawati, mengatakan adanya maladmistrasi karena dari keterangan saksi penyidik mengakui adanya kelalaian dan tidak sesuai dengan fakta dalam persidangan.

Setelah persidangan majelis hakim melihat langsung barang bukti yang sudah di hadirkan depan kantor Pengadilan Negeri Muara Bungo Pemeriksaan Setempat (PS).

Dalam PS, faktanya kendaraan barang bukti sudah tidak sesuai lagi dengan keadaan semula, gagang spion sudah terpasang dengan yang baru, sudah diganti warna, tangkai berubah bentuk. Demikian disampaikan oleh sopir Rizal saat ditanyakan.