Olahraga

Hakim Bafagih, Darah Muda Manajemen Persik Kediri di Musim Promosi


Hakim Bafagih, Darah Muda Manajemen Persik Kediri di Musim Promosi
Anggota Komisi X DPR RI Abdul Hakim Bafagih saat wawancara eksklusif bersama AKURAT.CO di Jakarta, Sabtu (25/7/2020). Abdul Hakim Bafagih berhasil lolos duduk di kursi Komisi X DPR RI pada usia 28 tahun. Selain itu, di usianya yang masih muda ia juga sudah menjadi presiden klub yang memiliki sejarah panjang dalam sepak bola nasional, Persik Kediri. (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO, Usianya baru memasuki 28 tahun pada September ini, tetapi tugas yang diembannya cukup menantang. Namanya Abdul Hakim Bafagih, selain bertugas sebagai anggota Komisi X DPR RI, ia juga akan memimpin Persik Kediri di musim promosi di Liga 1 Indonesia 2020.

Hakim–demikian ia disapa–berkesempatan mengunjungi kantor Akurat untuk program Akurat Talk di Jakarta, Sabtu (25/7). Kami berbincang dengan Presiden Persik Kediri tersebut tentang kondisi klub di masa pandemi virus corona (COVID-19), kultur sepakbola di Kediri, serta visinya untuk olahraga Indonesia.

Berikut petikannya:

Persik Kediri promosi ke Liga 1 Indonesia 2020, apa target Anda?  

Kalo sebelum terjadi COVID, itu target kami ada dua, yang pertama membiasakan di internal manajemen dengan ritme kerja profesional dan keuangan. Karena kalau ini tuntas, output-nya adalah prestasi klub. Untuk prestasi klub sendiri, saya tidak tinggi-tinggi targetnya, yang pertama tidak degradasi, dan yang kedua mudah-mudahan bisa tembus sepuluh besar.

Abdul Hakim Bafagih. AKURAT.CO/Endra Prakoso.

Cuma karena sekarang kondisinya seperti begini, akhirnya saya bersama tim masih merumuskan apa kira-kira target yang tepat di tengah kondisi sepertibe gini. Karena kan PSSI sudah mengeluarkan keputusan, liganya mulai digulirkan 1 Oktober, cuma ini kan, ini lagi gonjang-ganjing, COVID-nya masih naik, penularan paling banyak di pesawat, kasihan yang di luar Jawa karena nanti kan liganya di Pulau Jawa.

Di tengah serba ketidakpastian ini, saya dengan manajemen sedang merumuskan kira-kira target yang paling pas itu apa.

Ada rencana membeli pemain bintang?

Enggak, ya mudah-mudahan. Belum, saya belum kepikiran di tahun ini. Karena tahun ini kan tidak boleh dilakukan transfer pemain di antara klub Liga 1. Kalau di luar Liga 1 itu bisa, tapi kalau sesama Liga 1, tidak diperbolehkan.

Bagaimana latihan pemain dengan protokol kesehatan?

Kegiatan pemain saat ini, dari tim pelatih itu merumuskan materi latihan, itu didistribusikan ke pemain, pemain kami himbau untuk melakukan latihan, nanti oleh tim pelatih dievaluasi. Dan di sini sebenarnya poin evaluasi manajemen, nanti kelihatan mana pemain yang disiplin, mana pemain yang integritasnya tinggi, yang memang sadar, o ya, saya ini atlet, profesi saya ini di bidang olahraga, jadi menjaga kebugaran, menjaga kemampuan, ya sebuah keharusan.

Abdul Hakim Bafagih. AKURAT.CO/Endra Prakoso.

Bagaimana dengan kultur sepakbola Kediri?

Kulturnya tinggi sekali. SSB-nya ada banyak, tim-tim kampungnya ada banyak. Dan kita punya talenta-talenta lokal, benar-benar (dari) Kediri, itu ada Septian Baskara, ada Bayu Otto, itu talenta lokal dari Kediri.

Terus ada yang, kemarin sempat di Persija juga, namanya Vava Mario Zagallo, sekarang ayo pulang ke Kediri, bantu tim kesayangan, karena sudah di Liga 1 ini kan.

Bagaimana dengan anggaran klub untuk protokol kesehatan kompetisi?

Ada beberapa anggaran yang sedang disiapkan LIB (PT Liga Indonesia Baru) selaku penyelenggara, nanti ada beberapa anggaran yang memang harus di-cover sama Persik. Tapi regulasinya apapun ya kita ikutin, karena PSSI sebagai federasi sepakbola tertinggi di Indonesia, sudah merumuskan juga kan, kemarin juga terakhir Bapak Iwan Bule (Mochamad Iriawan), Ketum PSSI, itu sudah berkoordinasi, waktu itu masih ada Gugus Tugas.

Harus bersiap, nanti kami juga minta tolong kepada Pemerintah Kota Kediri terkait apa sih yang perlu dilakukan dengan protokol kesehatan ini.

Bagaimana Anda membagis tugas antara Persik dan DPR?

Sejauh ini masih bisa membagi waktu dengan baik, alhamdulillah aset digital Persik juga sudah ter-monetize dengan baik, youtube-nya sudah mulai dijalankan lagi, Instagramnya juga dirapikan lagi, nanti aset-aset digitalnya bisa digenjot. Mudah-mudahan sampai kapanpun saya bisa membagi waktu dengan baik.

Abdul Hakim Bafagih. AKURAT.CO/Endra Prakoso.

Sebagai anggota Komisi X DPR, apa ide Anda untuk olahraga Indonesia?

Pembibitan lebih digalakkan aja, kita kan masih belum bisa dari nol. Jadi nol sampai 100, 100 jadi atlet ya, kita itu baru bisa memulai latihan 50 ke 100, nah nol ke 50nya belum bisa, karena anggaran terbatas. Kemenpora itu anggarannya terbatas Mas. Nah ini, harusnya dari pembibitan memang benar-benar dari (usia masih) kecil, itu satu.

Yang kedua, saya pingin-nya itu, distribusi hak kepada atlet tidak ada permasalahan lagi. Karena kita sering denger ya, hak-hak untuk atlet, kecuali atlet sepakbola, kalau atlet sepakbola memang bayarannya udah gede ya.

Ya itu kemarin yang saya bahas itu kasusnya (atlet senam) Salva Aprilia yang dirumorkan tidak perawan terus tidak bisa berangkat ke SEA Games, itu anak Kediri itu. Itu masih kejadian, selain dia dirumorkan seperti itu, duitnya dipotong, haknya dia.

Kalo dari pembibitan itu sudah bisa, kemudian atletnya juga nyaman ini pasti output-nya pasti prestasi. Nah kalau mereka pensiun dari atlet, mereka diedukasi dengan baik.[]

Hervin Saputra

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu