Ekonomi

Hak Merasa Tak Terwujud, Serikat Petani Bergabung dengan Partai Buruh

SPI bersama dengan 10 organisasi lainnya bersepakat membentuk Partai Buruh sebagai alat perjuangan politik


Hak Merasa Tak Terwujud, Serikat Petani Bergabung dengan Partai Buruh
Petani mengayak gabah kering hasil panen di Kampung Budaya Sindang Barang RW 08, Desa Pasir Eurih, Tamansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (5/9/2020). (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO Serikat Petani Indonesia (SPI) bersama dengan 10 organisasi rakyat yang terdiri dari unsur buruh, nelayan, perempuan, guru honorer, dan pemuda bersepakat membentuk  Partai Buruh sebagai alat perjuangan politik.

Kesepakatan ini dilakukan pada kongres Partai Buruh ke-IV Partai Buruh yang digelar 4-5 Oktober 2021 di Jakarta.

Ketua Umum Serikat Petani Indonesia (SPI), Henry Saragih menyampaikan petani yang bekerja di pedesaan perlu membentuk partai politik. Akibatnya banyak hak-hak petani belum terpenuhi, dan terlindungi.

Banyak draft UU yang diajukan dan ada yang disahkan, kemudian tidak dijalankan dan bahkan diubah kembali. 

“Oleh karenanya kita petani memandang penting membangun partai, partai kita sendiri, bukan menitipkan lagi kepada partai orang lain. Kita akan membentuk partai ini bersama dengan orang yang senasib dengan petani. Bersama dengan buruh, nelayan, masyarakat adat, miskin kota, dan rakyat kecil lainnya. Mereka adalah orang-orang yang terpinggirkan dan belum terpenuhi hak-haknya sebagai rakyat Indonesia” tegas Henry lewat keterangannya, Jumat (8/10/2021).

Sekretaris Umum Serikat Petani Indonesia, Agus Ruli dalam kongres Partai Buruh ke-IV menyampaikan SPI dan 10 organisasi gerakan rakyat lainnya akan membangun partai ini sebagai partai alternatif. 

Ia mengungkapkan bakal menempatkan Partai sebagai alat perjuangan ormas, bukan ormas yang menjadi alat perjuangan partai. Kontrol utama dari partai ini berada di 11 unsur gerakan rakyat yang menjadi pendiri.

“ Salah satu poin penting dari partai buruh yang baru ini adalah kehadiran petani. Sebelumnya hanya buruh, dan sekarang kami petani bergabung. Ya, dinegara-negara Eropa Partai Buruh hanya mengandalkan unsur buruh saja, tapi di Indonesia berbeda, petani menjadi salah satu unsur mayoritas dan belum berubah nasibnya,” tutur Ruli.

Pada kongres Partai Buruh ke-IV, Agus Ruli Ardiansyah terpilih sebagai Ketua Majelis Nasional Partai Buruh periode 2021-2026. Dalam sambutannya menyampaikan Partai Buruh ini merupakan Partai persatuan rakyat kecil, persatuan yang tidak hanya tercermin dalam platform, tetapi juga dalam struktur dan ruang-ruang pengambilan keputusan partai.