News

Haiti Kembali Diguncang Gempa, 2 Orang Tewas dan 800 Rumah Rusak 

Gempa-gempa lain menyusul, dengan kekuatan berada di angka 4,4 hingga 5,1 magnitudo.


Haiti Kembali Diguncang Gempa, 2 Orang Tewas dan 800 Rumah Rusak 
Dalam foto ini, seorang pria duduk di depan runtuhan bangunan yang rusak di Fleurant, setelah gempa 7,2 magnitudo mengguncang Haiti pada Agustus 2021 lalu (Fernando Llano, AP)

AKURAT.CO  Gempa berkekuatan 5,3 magnitudo dan serangkaian gempa yang lebih kecil baru saja mengguncang Haiti barat daya. Dalam bencana gempa terbaru ini, sedikitnya dua orang telah dikonfirmasi tewas. Sementara itu, ratusan bangunan dilaporkan telah hancur akibat gempa. 

Survei Geologi Amerika Serikat (AS) mengungkap bahwa gempa pertama di Haiti terjadi pada Senin (24/1) pagi waktu setempat. Gempa ini awalnya melanda kawasan dekat kota Les Cayes, sekitar 200 km dari barat ibu kota, Port-au-Prince. Setelah itu, gempa-gempa lain menyusul, dengan kekuatan berada di angka 4,4 hingga 5,1 magnitudo.

Karena serangkaian gempa itu, dua orang tewas, kata The Associated Press dan kantor berita AFP yang mengutip keterangan badan perlindungan sipil Haiti.

baca juga:

Salah satu korban kemudian diidentifikasi sebagai seorang pria yang meninggal akibat terkena tembok runtuh di Anse-a-Veau. Ini adalah kota pesisir kecil yang letaknya 130 kilometer dari Port-au-Prince. Sementara, korban kedua adalah seorang lelaki yang tewas selama tanah longsor di komune Fond-des-Negres.

Selain memicu korban tewas, gempa juga dikonfirmasi merusak ratusan  bangunan lokasi-lokasi terdampak. Menurut badan perlindungan sipil setempat,  hampir 200 rumah hancur, dan sekitar 600 lainnya rusak di distrik Nippes. Bersamaan dengan laporan itu, tim penyelamat mengungkap adanya sekitar 50 orang yang terluka karena gempa.

Gempa yang terjadi pada Senin datang hanya beberapa bulan usai Haiti dihantam gempa berkekuatan 7,2 magnitudo. Gempa dahsyat itu, yang terjadi pada Agustus tahun lalu,  membuat negara Karibia itu hancur. Puluhan ribu rumah ambruk dan keluarga-keluarga harus mengungsi, dengan banyak yang tidur di luar di tengah hujan lebat.

Baca Juga: Gempa Bumi Haiti: Korban Nyaris 2 ribu Jiwa dan Masih Terus Bertambah

Seperti diungkap situs reliefweb.int, upaya pencarian dan penyelamatan di daerah yang paling parah dilanda gempa berakhir pada 2 September lalu. Namun, gempa 7,2 magnitudo itu telah menyisakan banyak kenangan kelam, dengan kematian yang tercatat sedikitnya mencapai hingga 2.248 orang. Sementara, 12.763 lainnya menderita luka-luka. Di tengah massifnya korban jiwa yang dilaporkan, 329 orang masih dinyatakan hilang.

Haiti juga sebenarnya masih belum pulih dari gempa 7 magnitudo tahun 2010, di mana korban tewas akibat bencana ini mencapai hingga lebih dari 200 ribu orang.

Namun, di balik situasi itu, Haiti justru harus bergelut dengan konflik politik berkepanjangan, yang diperburuk ketika Presiden Jovenel Moise dibunuh di rumahnya pada Juli tahun lalu. Sejak itu, geng-geng bersenjata di Haiti makin memperkuat cengkeraman mereka, memicu tingkat kekerasan dan penculikan. 

Pada Jumat (21/1), Kanada menjadi tuan rumah pertemuan virtual di Haiti yang mencakup perwakilan dari 19 negara. Dalam pertemuan itu, Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau mendesak 'tindakan segera'  untuk mengatasi situasi keamanan di Haiti. Trudeau juga  telah menjanjikan bantuan tambahan senilai USD 39 juta (Rp559 miliar).

Sebuah konferensi donor juga dijadwalkan pada bulan Februari, dan AS serta negara-negara lain diharapkan untuk memberikan sumbangan tambahan untuk Haiti.[]