Rahmah

Haedar Nashir: Warga Muhammadiyah Harus Berilmu Tinggi, Tapi yang Bermanfaat 

Haedar mengatakan, peradaban yang maju adalah dibangun atas ilmu pengetahuan dan berbagai ilmu manusia untuk mengolah alam.


Haedar Nashir: Warga Muhammadiyah Harus Berilmu Tinggi, Tapi yang Bermanfaat 
Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir dalam peresmian gedung STKIP Muhammadiyah Kuningan secara daring, Jumat (21/1/2022). (YouTube STKIP Muhammadiyah Kuningan)

AKURAT.CO  Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir mengatakan, peran Muhammadiyah dalam memberi kebermanfaatan kepada umat merupakan bukti untuk kehidupan manusia dengan karya terbaik sebagai manifestasi dari amaliah kolektif dan bersama.

"Karena apa yang kami lakukan itu tidak lain untuk kemajuan umat, bangsa dan semesta," kata Haedar dalam peresmian gedung STKIP Muhammadiyah Kuningan secara daring, Jumat (21/1/2022).

Haedar menambahkan, ada tiga hal yang dapat diambil dari peresmian gedung ini.

baca juga:

Pertama, Muhammadiyah ingin menghadirkan Islam sebagai agama yang membawa kemajuan peradaban.

Sebab menurut Haedar, hal ini selaras dengan jejak Nabi SAW, di mana manifestasi dari dua misi utama Nabi bahwa Islam sebagai agama yang Rahmatan Lil Alamin dan Nabi SAW diutus untuk menyempurnakan akhlak. Kemudian dimanifestasikan di dalam membangun peradaban Islam yang cerah dan mencerahkan semesta.

"Bangsa Arab yang sebelumnya jahiliah dalam berbagai aspek, maka Nabi SAW hadir dalam tempo 23 tahun mampu menghasilkan perubahan yang spektakuler dari jahiliah menjadi kota peradaban," kata Haedar.

"Maka Yatsrib berubah menjadi Madinah Al Munawwarah," imbuhnya.

Kedua, kunci peradaban setidaknya ada beberapa hal pokok yang melekat dengan kemajuan peradaban. Diantaranya, basis Ruhani yang membentuk karakter manusia sebagai insan yang mulia.

Kemudian peradaban maju dibangun di atas ilmu pengetahuan dan berbagai ilmu manusia untuk mengolah alam.

"Artinya bahwa umat Islam terkhusus Muhammadiyah harus menjadi orang-orang yang berilmu tinggi, tapi ilmu yang memberi manfaat dan maslahat," tutur Haedar.

Ketiga, kekuatan ekonomi dan karya-karya inovatif.

"Maka kalau kita ingin maju, kuasai ekonomi, kalau orang Islam anti ekonomi, kalau orang Islam anti dunia, kata Jalaludin Rumi tunggulah mereka orang-orang zalim dan kafir menguasai dunia," urai Haedar.

"Muhammadiyah merintis pendidikan, kesehatan, sosial yang semuanya itu adalah sebuah amal usaha yang memang tidak banyak keuntungan, tapi mampu membangun kemandirian," tambahnya.

Dengan usaha dalam sektor ekonomi, kata Haedar Muhammadiyah mampu menjadi Yadul Ulya (tangan di atas), tidak Yadul Suflaa (tangan di bawah). []