Rahmah

Haedar Nashir Sebut Hari Sumpah Pemuda Jadi Pelopor Persatuan di Tengah Keberagaman

Prof Dr KH Haedar Nashir mengatakan Sumpah Pemuda merupakan tonggak sejarah dalam perjuangan bangsa Indonesia.


Haedar Nashir Sebut Hari Sumpah Pemuda Jadi Pelopor Persatuan di Tengah Keberagaman
Ketua umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyyah Prof Dr KH Haedar Nashir (YouTube Muhamadiyah Channel)

AKURAT.CO Ketua umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyyah Prof Dr KH Haedar Nashir mengatakan Sumpah Pemuda merupakan tonggak sejarah dalam perjuangan bangsa Indonesia ketika kaum muda Indonesia dengan semangatnya yang progresif, pikiran-pikiran majunya yang luar biasa telah hadir menjadi kekuatan perekat yang mendeklarasikan satu Indonesia. Dengan semangat untuk satu bahasa, satu bangsa dan satu tanah air, sesungguhnya Sumpah Pemuda merupakan tonggak untuk persatuan Indonesia.

Hal tersebut disampaikannya dalam video yang diunggah melalui YouTube Muhamadiyah Channel, Kamis (28/10/2021).

Setelah perjalanan 76 tahun kemerdekaan Indonesia, Haedar meminta kepada kaum muda Indonesia untuk melakukan refleksi diri agar tetap menjadi kekuatan yang mampu menghadirkan potensi bangsa. Menurutnya, Bangsa Indonesia memerlukan kemajuan. Karena potensi yang dimiliki Indonesia sangat luar biasa, baik dalam sumber daya manusia maupun sumber daya alam.

"Tetapi kita perlu mengkapitalisasi kemajuan itu agar kita mampu mengejar ketertinggalan dan mampu berdiri tegak di depan dan bersama bangsa dan negara lain yang sudah maju," ujar Haedar.

Dengan demikian, Haedar berharap nilai-nilai kemajuan harus menjadi komitmen kaum muda. Karena kaum muda yang akan memimpin bangsa Indonesia ke depan. Kaum muda juga yang akan menjadi kekuatan yang progresif untuk mendinamisasi bangsa dan negara.

"Dengan semangat bersatu dan kesatuan, saya yakin pemuda Indonesia akan menjadi pelopor untuk merekat persatuan nasional di tengah keberagaman," tutur Haedar.

Haedar menambahkan, saat ini masyarakat Indonesia sedang menghadapi tantangan yaitu terdapat benih-benih perpecahan yang harus dihadapi bersama. Sehingga, menurutnya, persatuan adalah harga termahal dari sebuah masa depan bangsa dan eksistensi bangsa.

"Bangsa-bangsa besar akan hancur ketika pecah, dan sebaliknya bangsa akan menjadi maju karena bersatu," ucap Haedar.

Di Hari Sumpah Pemuda ini, Haedar mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu menjadi kekuatan yang mempersatukan benih-benih perpecahan. Ia berharap perpecahan tersebut jangan sampai tumbuh meluas yang membuat bangsa Indonesia menjadi retak dan pecah.

"Maka jadilah kekuatan perekat dan pemersatu," pungkas pria kelahiran Bandung, 25 Februari 1958 itu. []