Rahmah

Haedar Nashir: Islam, Iman dan Ihsan Saling Terhubung dan Tidak Dapat Dipisahkan

Haedar Nashir menyebut, Islam, Iman dan Ihsan adalah satu kesatuan yang utuh dan tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lain.


Haedar Nashir: Islam, Iman dan Ihsan Saling Terhubung dan Tidak Dapat Dipisahkan
Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir saat dijumpai di Kantor PP Muhammadiyah Yogyakarta, Jumat (3/1/2020) (AKURAT.CO/Kumoro Damarjati)

AKURAT.CO Di momentum Hari Guru Nasional, Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Prof Dr KH Haedar Nashir mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh lembaga pendidikan dasar dan menengah Muhamadiyah atas segala ikhtiar, segala pengabdian dan segala khidmat di tengah suka dan duka untuk terus tiada henti mendidik anak-anak negeri melalui perserikatan Muhamadiyah.

"Semoga penghidmatan bapak, ibu dan saudara sekalian di seluruh penjuru tanah air dan di luar negeri, termasuk TK Aba di Kairo Mesir dan di Malaysia memperoleh balasan, pahala, rahmat dan rido Allah SWT," ujar Haedar dalam sebuah video yang diunggah YouTube Muhamadiyah Channel, pada Kamis (26/11/2021).

Dalam konteks Hari Guru Nasional ini, Haedar berharap agar dapat menyegarkan kembali pemahaman ke-Islaman dan ke-Muhammadiyahan sebagai ikhtiar untuk terus menanamkan nilai-nilai utama dalam kehidupan di dalam mendidik anak-anak tercinta dengan nilai-nilai Islam dan Kemuhammadiyahan yang mendalam, luas dan memberi arti bagi kehidupan semesta.

Karena menurut Haedar, Islam adalah ajaran Allah SWT yang diturunkan para Nabi, dan Nabi akhir zaman Muhammad SAW yang terkandung dalam Al-Qur'an dan Sunnah yang berisi petunjuk-petunjuk dan larangan-larangan. 

"Tujuan ber-Islam adalah meraih keselamatan hidup di dunia dan akhirat," kata Haedar.

Lebih lanjut lagi, Haedar menyebut, pokok-pokok ajaran Islam telah diletakkan oleh Nabi Muhammad SAW. Sebagaimana dialog antara Nabi dan Malaikat Jibril tentang apa itu Islam, Iman, Ihsan dan tanda-tanda Yaumil Akhir.

Ketika ditanya tentang Islam, Nabi menjawab, Kita bersaksi bahwa tiada Tuhan kecuali Allah dan Nabi Muhammad sebagai Rasulullah, menjalankan salat lima waktu, berpuasa, mengeluarkan zakat, dan berhaji. Ketika Nabi ditanya tentang Iman, Nabi menjawab Iman kepada Allah, Iman kepada Malaikat-malaikat Allah, Iman kepada Nabi-nabi Allah, Iman kepada hari akhir, dan Iman kepada hari akhir.

Dan ketika Nabi ditanya tentang Ihsan, Nabi menjawab engkau beribadah kepada Allah seakan-akan engkau melihatnya, tetapi jika engkau dan memang tidak bisa melihat, percayalah bahwa Allah melihat engkau.

"Islam, Iman dan Ihsan adalah satu kesatuan yang utuh dan tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lain dan masing-masing saling terhubung," pungkas Haedar. []