Rahmah

Hadits Nabi Melarang Keras Aksi Radikalisme dan Terorisme

Hadits Nabi Melarang Keras Aksi Radikalisme dan Terorisme
Ilustrasi Terorisme (Istimewa)

AKURAT.CO Sebagian kelompok yang mengatasnamakan pemeluk agama Islam berdalih bahwa tindakan kekerasan dengan mengatasnamakan agama adalah tindakan yang diafirmasi oleh agama. Kelompok ini mengklaim bahwa hanya kelompok dirinya yang paling benar dan paling paham agama.

Padahal dalam faktanya, Islam melalui sumber-sumbernya menegaskan larangan terhadap tindakan radikalisme dan terorisme. Dalam hadits-hadits Nabi disebutkan terkait larangan melakukan tindakan yang merugikan agama dan negara ini.

Dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

baca juga:

عُذِّبَتِ امْرَأَةٌ فِى هِرَّةٍ سَجَنَتْهَا حَتَّى مَاتَتْ ، فَدَخَلَتْ فِيهَا النَّارَ ، لاَ هِىَ أَطْعَمَتْهَا وَلاَ سَقَتْهَا إِذْ حَبَسَتْهَا ، وَلاَ هِىَ تَرَكَتْهَا تَأْكُلُ مِنْ خَشَاشِ الأَرْضِ

Artinya: “Ada seorang perempuan disiksa karena seekor kucing yang dikurungnya hingga mati karena tindakannya tersebut ia masuk neraka. Wanita itu tidak memberi kucing tersebut makan, tidak pula minum ketika ia mengurungnya. Juga kucing tersebut tidak dibolehkan untuk memakan serangga-serangga di tanah” (HR. Bukhari no. 3482 dan Muslim no. 2242).

Hadits di atas memberi isyarat bahwa umat Islam tidak dibolehkan melakukan tindakan radikal maupun teror. Keduanya merupakan tindakan yang berlebihan dan kejam. Apalagi bila dilakukan kepada sesama manusia. Demikian selain bertentangan dengan agama, juga menyalahi kemanusiaan.

Sa’id bin Jubair juga menceritakan,

مَرَّ ابْنُ عُمَرَ بِفِتْيَانٍ مِنْ قُرَيْشٍ قَدْ نَصَبُوا طَيْرًا وَهُمْ يَرْمُونَهُ وَقَدْ جَعَلُوا لِصَاحِبِ الطَّيْرِ كُلَّ خَاطِئَةٍ مِنْ نَبْلِهِمْ فَلَمَّا رَأَوُا ابْنَ عُمَرَ تَفَرَّقُوا فَقَالَ ابْنُ عُمَرَ مَنْ فَعَلَ هَذَا لَعَنَ اللَّهُ مَنْ فَعَلَ هَذَا إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- لَعَنَ مَنِ اتَّخَذَ شَيْئًا فِيهِ الرُّوحُ غَرَضًا

Artinya: “Ibnu ‘Umar pernah melewati beberapa pemuda Quraisy yang menancapkan seekor burung dan memanahinya. Setiap anak panah yang tidak mengenai sasaran menjadi milik si pemilik burung.

Ketika melihat Ibnu ‘Umar, mereka pun bubar. Ibnu ‘Umar lalu berkata, “Siapa yang melakukan ini? Ketahuilah, Allah melaknat orang yang melakukan seperti ini. Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat orang yang menjadikan makhluk bernyawa sebagai sasaran tembak.” (HR. Muslim no. 1958).

Sebaliknya, Islam mengajarkan umatnya untuk mengedepankan kasih sayang satu sama lain. Islam meminta agar umatnya selalu lembut kepada sesama umat Islam maupun dengan umat-umat yang lain selain Islam.