Ekonomi

Hadiri Pengukuhan FHBUMN, Begini Titah Erick Thohir

Menteri Erick meminta FHBUMN untuk memetakan brand positioning perusahaan-perusahaan BUMN dan persepsi publik terhadap BUMN.


Hadiri Pengukuhan FHBUMN, Begini Titah Erick Thohir
Menteri BUMN Erick Thohir saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi VI di Nusantara I, Kompleks Parlemen MPR/DPR-DPD, Senayan, Jakarta, Rabu (20/1/2021). (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO, Menteri BUMN Erick Thohir meminta Forum Humas BUMN atau FHBUMN untuk memetakan brand positioning perusahaan-perusahaan BUMN dan persepsi publik terhadap BUMN.

Ia mengatakan bukan hal mudah untuk menyamakan visi dan mengkonsolidasikan program kerja semua BUMN. Hal itu lantaran masing-masing BUMN juga sesuai dengan petanya ada BUMN yang sangat korporasi, tapi juga ada BUMN yang sangat pelayanan publik.

Dengan demikian para humas BUMN harus bisa memetakan hal ini dan duduk bersama dengan Kementerian BUMN, karena tidak mungkin Kementerian BUMN yang menjadi keseharian untuk membuka peta ini atau menaruh peta satu dan yang lainnya. Yang lebih bersentuhan langsung atau day to day adalah Forum Humas BUMN.

"Jadi pertama saya ingin menunggu peta, peta yang kita sepakati sesuai dengan transformasi BUMN bahwa BUMN mana yang sangat korporasi, BUMN mana yang sangat pelayanan publik, dan BUMN mana yang kedua-duanya terjadi," jelasnya dalam acara pengukuhan pengurus FHBUMN Periode 2021-2023 secara daring di Jakarta, Senin (29/11/2021).

Setelah pemetaan tersebut, Erick ingin menurunkan lagi masing-masing brand positioning dari masing-masing perusahaan BUMN. Hal ini lantaran Erick tidak mau yang namanya perusahaan-perusahaan BUMN bersaing di kolam yang sama, sehingga pasti ada brand positioning.

"Karena brand positioning-nya sudah jelas maka kegiatan di bawahnya apakah marketing, eventnya harus tepat sasaran. Mengingat konteksnya kita juga harus melakukan seefisien mungkin semua kegiatan agar deviden yang diberikan BUMN besar," terangnya.

Erick juga meminta agar FHBUMN harus memetakan persepsi mana kira-kira pertanyaan publik dengan transformasi yang BUMN-BUMN dilakukan bersama dirinya, mengingat adanya pihak-pihak yang tidak suka dengan perubahan ini.

"Saya juga minta Forum Humas BUMN memetakan mana pemikiran negatif dari publik yang memang harus kita komunikasikan secara transparan, karena kita yakini di sini semua tidak ada konflik kepentingan," lanjutnya.

"Dengan kita memetakan ini semua, saya berharap berkembangnya kita, majunya kita apalagi dengan sesuai slogan BUMN untuk Indonesia maka kita bisa memaksimalkan pendapatan untuk negara dan bisa meminimalkan risiko," pungkas Erick.[]