Rahmah

Hadiri Mobile Digital Academy UNISMA, Ini Pesan Kiai Said untuk Warga Nahdliyyin

Kiai Said mengimbau kepada warga Nahdliyyin untuk segera mengisi semua ruang kosong kehidupan, kerakyatan, kebangsaan dengan nilai-nilai tradisi spirit NU


Hadiri Mobile Digital Academy UNISMA, Ini Pesan Kiai Said untuk Warga Nahdliyyin
KH Said Aqil Siradj (Liputan6)

AKURAT.CO  Saat ini, manusia telah memasuki tatanan dunia baru. Menjadi keharusan bagi manusia untuk sadar sekaligus mampu beradaptasi dengan berbagai perkembangan dan perubahan yang ada. Diantaranya ketergantungan terhadap teknologi menjadi realitas sehari-hari yang tidak bisa dipungkiri.

Negara-negara maju dan para aktor global sedang saling bersaing ketat dan memperebutkan pengaruhnya. Melalui penguasaan internet, alat komunikasi, kecerdasan buatan, media sosial, platform-platform digital, virtual reality, drone, ekplorasi ruang angkasa. 

Hingga saat ini trend yang berkembang masih didominasi oleh kekuatan teknologi tinggi dan sistem kapitalisme yang melahirkan elit tekno oligarki. Masyarakat dan negara-negara berkembang hanya menjadi konsumen yang tidak memiliki kebudayaan. 

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Prof Dr KH Said Aqil Siradj mengimbau kepada umat Muslim agar mewaspadai ancaman-ancaman bencana ekologis yang sudah menjadi realitas kehidupan tersebut.

Menurut Kiai Said, realitas perubahan iklim dengan berbagai konsekwensinya, kerusakan lingkungan yang berkepanjangan, over eksplortasi, sumber daya alam untuk kepentingan ekonomi, polusi sampah dan plastik adalah fakta yang menuntut kepedulian seluruh warga dunia dan penanganan yang bersifat mendesak. 

"Disamping ancaman krisis air dan pangan di masa depan  yang perlu segera diantisipasi. Perubahan struktur hubungan antar manusia, budaya, dan tatanan sosial baru yang membutuhkan solusi." ujar Kiai Said dalam Opening Mobile Digital Akademy, Eco Creative Akademy dan Film Competetion Launch yang diselenggarakan oleh Universitas Islam Malang (UNISMA), Kamis (14/10/2021).

Pengasuh Pondok Pesantren Luhur At-tsaqaah Ciganjur Jakarta Selatan itu menyebut saat ini kita tengah berada dunia yang tanpa batas dengan derasnya arus informasi yang tidak mudah dibendung. Sehingga susah untuk membedakan mana informasi benar dan salah. 

Begitu juga dengan serbuan narasi radikalisme, terorisme, dan liberalisme yang menurut Kiai Said, semakin masif dan menanamkan pengaruhnya melalui pintu pop culture, melalui film, musik, animasi, game dan lain-lain. 

"Maka sangat mendesak bagi kita untuk segera melakukan rekayasa sosial dan kebudayaan dengan strategi yang lebih komprehensif agar kita mampu menjaga stabilitas sosial, menjadi identitas budaya dan karakter bangsa agar tidak tereduksi," tutur Kiai Said.

Dengan demikian, dalam kesempatan ini, Kiai Said mengajak kepada seluruh umat Muslim, khususnya warga Nahdliyyin untuk segera membenahi diri, menjadi leader dalam transformasi digital. Kiai Said berharap kepada warga Nahdliyyin untuk mampu menjadi ekosistem Nahdliyyin yang kokoh, mandiri, berdaulat, berdaya saing, dan berdaya power tinggi.

"Segera ambil alih peran strategis dalam pendidikan sosial, pendidikan, ekonomi, budaya, politik, iptek dan keamanan. Perkokoh kedaulatan syiar agama Islam di Indonesia dengan spirit Islam Nusantara yang ramah, damai dan toleran," ucap lulusan Universitas Ummul Qurra itu.

Selain itu, Kiai Said juga mengimbau untuk segera mengisi semua ruang kosong kehidupan, kerakyatan, kebangsaan, dan kenegaraan, dengan nilai-nilai tradisi spirit Nahdlatul Ulama. Khusus bagi perguruan tinggi dan pesantren-pesantren NU, Kiai Said berpesan untuk memperkuat riset-riset ilmiah sehingga warga Nahdliyyin semakin maju dalam ilmu pengetahuan dan teknologi.

Kiai Said kemudian mengajak para Nahdliyyin untuk memperkuat pengabdian kepada masyarakat agar NU selalu hadir, hidup dan senantiasa melayani masyarakat. Begitu juga yang paling penting adalah harus selalu optimis dan pantang menyerah dengan keadaan.

Kepada seluruh jejaring organisasi NU, Kiai Said mengajak untuk memanfaatan sumber daya hayati yang ada disekitar, sebagai sarana kebangkitan ekonomi, kesehatan dan industri kreatif untuk kemajuan kehidupan.

"Karena sungguh tidak ada yang sia-sia yang Allah SWT ciptakan disekitar kita, pasti ada manfaatnya dan faedahnya," tutup Kiai kelahiran Cirebon itu. []