Rahmah

Hadiri Maulid Akbar, Kiai Said Doakan Masyarakat Indonesia Hidup Tenang dan Damai

Prof Dr KH Said Aqil Siroj mengatakan bahwa Maulid Nabi boleh disebut dengan istilah Khaflatul Maulud dan Khaflatul Maulud.


Hadiri Maulid Akbar, Kiai Said Doakan Masyarakat Indonesia Hidup Tenang dan Damai
Prof Dr KH Said Aqil Siradj (YouTube TV NU)

AKURAT.CO  Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Prof Dr KH Said Aqil Siradj mengatakan bahwa Maulid Nabi boleh disebut dengan Haflatul Maulud dan Haflatul Maulud. Jika Haflatul Maulud, berarti umat Muslim sedang menghormati bayi Nabi Muhammad SAW. Sedangkan ketika disebut Haflatul Maulid artinya umat Muslim memperingati hari lahirnya Nabi Muhammad SAW.

"Boleh Maulud, boleh Maulid," ujar Kiai Said dalam acara Maulid Akbar yang diselenggarakan oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Selasa (19/10/2021).

Lebih lanjut lagi, Kiai Said menyebut dalam sejarah Islam, yang pertama kali mengadakan Haflatul Maulid Nabi adalah Khalifah Fatimiyah Al Muiz Lidinillah di Mesir pada tahun 363 Hijrah. Kemudian sekitar tahun 500an, seorang ulama Ahli Sunnah yaitu Syamsud Daulah atas perintah Nizamul Mulk di Irak mengadakan Khaflatul Maulid. 

Kiai Said mengemukakan, bahwa memuji-muji Nabi Muhammad SAW sudah terjadi sejak zaman Nabi Muhammad SAW masih hidup. Para Sahabat Nabi berlomba-lomba memuji Rasulullah SAW. Bahkan bibi Rasulullah SAW, Shafiyyah binti Abdul Muthalib, Hassan bin Tsabit dan juga Sayyidina Ali bin Abi Thalib pernah memuji Rasulullah SAW yang kemudian dikumpulkan dalam satu kitab empat jilid oleh Syaikh Yusuf An-Nabhani dengan judul Al-Majmû’ah fil Madâ’ih an-Nabawiyah.

"Nabi Muhammad dipuji-puji setinggi langit. Nabi tidak melarang, bahkan Nabi memberi selimut yang memiliki motif bergaris-garis bernama Burdah," tutur Kiai Said.

Dengan demikian, lanjut Kiai Said menjelaskan bahwa setiap ada Qasidah yang isinya memuji-muji Rasulullah SAW dinamakan dengan Qasidatul Burdah. Sedangkan yang terkenal di Indonesia yaitu Burdah karangan Syaikh Muhammad Sa'id Al Bushiri dari Iskandariyah.

Selanjutnya, di momentum Maulid Nabi ini, Kiai Said berharap agar masyarakat Indonesia dapat menjalani hidup dengan tenang dan damai. Kiai Said juga mendoakan agar Bangsa Indonesia terbebas dari segala macam bahaya termasuk pandemi Covid-19.

"Insya Allah kita mendapatkan kebebasan untuk mengamalkan agama Islam dengan sebebas-bebasnya walaupun negara kita bukan negara Islam, melainkan negara Pancasila, tapi kita bebas mengamalkan syair-syair Islam," pungkas Pengasuh Pondok Pesantren Luhur Al-Tsaqafah ini. []