Rahmah

Hadiri Kongres Mujahid Digital MUI, Wapres: Para Mujahid Harus Perangi Hoax dan Kebenacian

Wepres Ma'ruf Amin meminta para peserta untuk bersama memerangi hoax dan hate speech di dunia digital.


Hadiri Kongres Mujahid Digital MUI, Wapres: Para Mujahid Harus Perangi Hoax dan Kebenacian
Wakil Presiden Indonesia Ma'ruf Amin. (Akurat.co/Andoy)

AKURAT.CO Majelis Ulama Indonesia pusat melaksanakan Kongres Mujahid Digital, di Jakarta, Jumat (16/9). Kegiatan tersebut diisi oleh para peserta yamg berasal dari seluruh MUI Provinsi se-Indonesia termasuk perwakilan dari MUI Sulsel.

Kegiatan tersebut juga diresmikan dan dibuka oleh Wakil Presiden KH. Ma’ruf Amin. Dalam sambutannya Wapres meminta agar para mujahid digital memerangi hoax dan ujaran-ujaran kebencian.

“Berita bohong sangat berbahaya, berita bohong bisa mengalahkan berita benar jika diproduksi secara masif dan terus-menerus sehingga hoax dan ujaran kebencian harus diperangi,” ungkapnya.

baca juga:

Gungun Henyanto, pakar komunikasi, menanggapi perihal Kongres Mujahid Digital ini. Ia mengatakan bahwa ada tiga agenda penting dalam konteks penggunaan media sosial.

"Pertama, adanya manajemen komunikasi sosial yang baik supaya direncanakan agar ada asas kebermanfaatan yang meluas. Kedua, narasi yang harus dikelola dengan baik karena narasi itu bisa dibuat oleh siapa saja," kata dia.

Adapun yang terakhir, yaitu ketiga, lanjutnya, terkait dengan pendekatan-pendekatan yang baru dalam media sosial seperti bukan hanya diseminasi tapi juga publisitas dan propaganda yang dikendalikan dari hulu hingga ke hilir.

Pada sesi akhir dari wawancara tersebut, Gungun Henyanto menaruh harapan yang besar pada para Mujahid digital. “Ini adalah ikhtiar yang sangat penting sehingga para mujahid digital dapat membentuk basis komunitas dan banyak potensi-potensi untuk bersinergi dan membuat narasi-narasi yang positif seperti Islam Wasathiyah dalam tema kongres ini sehingga mendapat pengakuan masyarakat,” pangkasnya.[]