Entertainment

Hadapi Sidang Perdana Mafia Tanah, Nirina Zubir Minta Doa dan Dukungan

Nirina Zubir dan keluarganya mengalami kerugian hingga Rp 1,7 miliar.


Hadapi Sidang Perdana Mafia Tanah, Nirina Zubir Minta Doa dan Dukungan
Aktris Nirina Zubir memberikan keterangan pers terkait mafia tanah di Jakarta, Rabu (17/11/2021). (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO, Nirina Zubir akan menghadapi sidang perdana terkait mafia tanah yang terjadi pada keluarganya. Sidang tersebut akan terjadi di Pengadilan Negeri Jakarta Barat pada Selasa (17/5) besok.

Sebelum memulai persidangan, pemain film Heart itu meminta doa dan dukungannya melalui akun instagram pribadinya. Dirinya mengunggah potret keluarga besarnya saat melakukan ziarah ke pemakaman orang tuanya.

Hadapi Sidang Perdana Mafia Tanah, Nirina Zubir Minta Doa dan Dukungan - Foto 1
Nirina Zubir dan keluarga besarnya saat ziarah ke makam orang tuanya. (instagram/nirinazubir_)

“Bismillahirrahmanirrahim. Kami putra putri juga cucu-cucu dari. Bapak Zubir Amin dan Ibu Tjut Indria Martini memohon doa dan support dari teman-temanKarena kami akan memulai sidang perdana #kasusmafiatanah kami besok,” tulis Nirina dalam unggahannya, Senin (16/5).

baca juga:

Istri  Ernest Fardiyan Sjarif ​itu berharap apa yang menjadi hak keluarganya dapat dikembalikan sepenuhnya.

"Dan para terdakwa mendapatkan hukuman yang maksimal sehingga memberikan efek jera kepada para #mafiatanah dan juga kepada mereka-mereka yang mengerti hukum tapi menyalahgunakannya (para oknum notaris)," tuturnya.

Nirina Zubir juga meminta para pengikutnya untuk tetap mengawal dan mendukung kasus mafia tanah ini agar tidak ada lagi korban lainnya.

"Mari kita…teman-teman Na yang berada di seluruh Indonesia menjadi saksi dan bersama-sama kita #kawalterus #kasusmafiatanah #jangansampailolos," tutupnya.

Seperti diketahui, Nirina Zubir tengah menghadapi masalah mafia tanah yang diduga dilakukan oleh mantan asisten rumah tangga (ART) mendiang ibunya. ART tersebut bernama Riri Khasmita dan bersekongkol dengan sang suami, Ferdianto.

Selain Riri dan Ferdianto, polisi juga menetapkan tersangka kepada notaris yang membantu pasangan suami-istri tersebut dalam melancarkan aksinya.

Mereka diduga telah melakukan penggelapan dan pemalsuan sebanyak enam surat tanah milik keluarga Nirina Zubir.

Polisi kemudian menyita sejumlah aset milik tersangka.

"Alhamdulillah hari ini saya dapat informasi akan adanya penyitaan aset dan juga penyitaan dari para tersangka," ujar Nirina Zubir di Polda Metro Jaya, Semanggi, Jakarta Selatan, Senin (20/12).

"Iya (diduga ada aliran dana) makanya kan dengan adanya perkembangan ini kami jadi semakin yakin dan memang teramini gitu loh yang kami curigakan ini bahwa ada adanya aliran dana," jelasnya.

Selain itu, aset berupa rekening juga dibekukan. Hal ini terkait adanya dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU). 

Atas kejadian itu, keluarga Nirina Zubir mengalami kerugian hingga mencapai Rp17 Miliar.