Ekonomi

Hadapi Sanksi Ekonomi, Iran Gunakan Cara Baru Transaksi Internasional dengan Kripto

"Pada akhir September, penggunaan cryptocurrency dan kontrak pintar akan digunakan secara luas dalam perdagangan luar negeri dengan negara-negara target"

Hadapi Sanksi Ekonomi, Iran Gunakan Cara Baru Transaksi Internasional dengan Kripto
Ilustrasi mata uang Kripto (cryptocurrency) (AKURAT.CO/Ryan)

AKURAT.CO, Iran telah melakukan pesanan impor internasional pertamanya dengan menggunakan cryptocurrency senilai US$10 juta. Penggunaan kripto sebagai alat tukar untuk kesepakatan perdagangan internasional ini terjadi akibat sanksi ekonomi sehingga memaksa negara itu untuk melakukan perubahan Undang-undang sehingga menjadikan cryptocurrency untuk mendanai impor.

Dilansir dari Cointelegraph pada Kamis (11/8/2022), pihak Iran tidak memberikan keterangan lebih lanjut terkait dengan mata uang kripto apa yang digunakan maupun barang apa yang diimpor dalam transaksi internasional tersebut.

baca juga:

Pada Juni 2021, Kementerian Perdagangan Iran telah mengeluarkan 30 lisensi operasi kepada penambang cryptocurrency di Iran untuk menjual hasil penambangannya ke Bank Sentral Iran yang kemudian digunakan oleh Iran untuk membayar impor.

Pembayaran impor pertama yang dilakukan Iran menggunakan kripto ini akan menjadi awal baru membuka tren adopsi kripto dalam transaksi internasional Iran. Rencananya, Iran akan meluaskan penggunaan pembayaran kripto dalam jangkauan yang lebih luas lagi.

“Pada akhir September, penggunaan cryptocurrency dan kontrak pintar akan digunakan secara luas dalam perdagangan luar negeri dengan negara-negara target,” ungkap Alireza Peyman-Pak selaku Wakil Menteri Perindustrian, Pertambangan, dan Perdagangan Iran.[]

Lihat Sumber Artikel di Warta Ekonomi Disclaimer: Artikel ini adalah kerja sama antara AkuratCo dengan Warta Ekonomi. Hal yang berkaitan dengan tulisan, foto, video, grafis, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab dari Warta Ekonomi.
Sumber: Warta Ekonomi