Ekonomi

Hadapi Dampak Badai La Nina, Ini Strategi Kementan!

Kementerian Pertanian (Kementan) menyiapkan strategi khusus dalam menghadapi dampak badai lanina


Hadapi Dampak Badai La Nina, Ini Strategi Kementan!
Ilustrasi - Badai La Nina (AKURAT.CO/Candra Nawa)

AKURAT.CO Kementerian Pertanian (Kementan) menyiapkan strategi khusus dalam menghadapi dampak badai la nina. Strategi itu diantaranya meliputi mapping wilayah banjir dengan berkoordinasi bersama pemerintah daerah.

Kemudian mengkompensasi tanah di sejumlah lokasi serta memantau informasi early warning sistem melalui satelit yang ada di BMKG.

" Kami juga membuat gerakan brigade la nina, kemudian memberi bantuan benih gratis, melakukan pompanisasi dan perbaikan irigasi. Bahkan kami sudah mengoptimalkan dryer untuk proses pengeringan," ujar Sekjen Kementan, Kasdi Subagyono lewat keteragannya, Rabu (10/11/2021).

baca juga:

Kasdi mengatakan, pihaknya melakukan pembangunan embung secara masif serta memperbanyak perbenihan toleran kekeringan dan toleran kebanjiran. Bahkan Kementan sudah memperkuat sistem integrasi tanaman ternak, sehingga petani memiliki opsi budidaya untuk terus berproduksi di tengah cuaca ekstrem.

" Kementan juga sudah memitigasi pengembangan kawasan kebun pekarangan seperti tanaman kelapa, mangga, kopi, kelengkeng, untuk memperbanyak kandungan CO2, juga mengurangi pemanasan global," katanya.

Adapun perkiraan kondisi iklim cuaca pada bulan November dan Desember masih berpotensi hujan. Adapun wilayah yang perlu diwaspadai dari ancaman banjir diantaranya provinsi Aceh, Sulawesi, Jambi dan pulau Jawa.

"Setiap hari kami pantau perkembangan cuacanya," imbuhnya.

Secara khusus, Kasdi menyampaikan ada 5 program kerja utama yang akan dijalankan Kementan di tahun 2022. Kelimanya antara lain program ketersediaan akses dan konsumsi pangan berkualitas, kemudian program nilai tambah dan daya saing industri.

"Ada juga program riset dan inovasi ilmu pengetahuan dan teknologi, program pendidikan dan pelatihan vokasi dan program dukungan managemen. Itulah 5 program prioritas kita," ucapnya.

Sebagai informasi, Kementan sudah mempunyai target prosuksi di tahun 2022 yang meliputi produksi padi sebanyak 55,20 juta ton, jagung 20,10 juta ton, kedelai 0,20 jura ton, bawang merah 1,64 juta ton, cabai 2,87 juta ton, bawang putih 91 ribu ton, kakao 780,90 ribu ton, kopi 795,45 ribu ton, kelapa 2,86 juta ton, gula tebu 2,30 juta ton dan daging sapi ditargetkan mencapai 444,55 ribu ton.[]