Rahmah

Habib Ja'far Al Hadar: Nasihat Jangan Bikin Orang Jadi Nggak Sehat

Akhlak merupakan anjuran pertama dan yang paling utama dalam agama Islam.


Habib Ja'far Al Hadar: Nasihat Jangan Bikin Orang Jadi Nggak Sehat
Habib Ja'far Husein Al Hadar (Nusagates)

AKURAT.CO  Salah satu krisis pertama dan utama umat Islam saat ini ada masalah akhlak. Padahal akhlak merupakan anjuran pertama dan yang paling utama dalam agama Islam sebelum periode turunnya wahyu, apalagi periode Madinah ketika hukum-hukum sudah diturunkan Oleh Allah SWT di dalam Al-Qur'an.

Hal itu disampaikan mubaligh muda, Husein Ja'far Al Hadar. Lulusan Magister Tafsir Qur’an di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu mengajak umat Islam untuk mengingat Nabi Muhammad sebagai seorang dengan akhlak yang paling mulia yaitu Al Amin. 

"Seorang yang sangat terpercaya karena akhlaknya yang agung. dan akhlak yang agung dari Nabi Muhammad yang sering kita lupakan adalah bahwa beliau merupakan Nabi yang penuh cinta kasih yang sangat toleran kepada siapa saja," ujarnya dalam Webinae Nasional Pusat Studi Akhlak (PSAQ), Selasa (14/9/2021).

Habib Ja'far kemudian bercerita tentang akhlak Nabi yang paling mulia yaitu terlihat pada saat Nabi mendapat hinaan dan bahkan dilempar batu pada di Thoif. Saat itu, Nabi bukan hanya tersenyum, tetapi justru mendoakan mereka. 

"Beliau yang ketika ada seorang badui tiba-tiba kencing di masjidnya, beliau tidak marah, beliau tidak kesal tapi beliau menyuruh sahabatnya untuk mencuci tempat-tempat yang dikencingi setelah itu dilanjutkan aktivitas ibadah," kata Habib Ja'far.

Nabi Muhammad, menurut Habib Ja'far merupakan seorang yang ar Rahmah, yaitu Nabi yang penuh cinta kasih. Ar Rahmah merupakan basis dari akhlak umat Islam sebagai seorang muslim dalam hal toleransi.

Habib Ja'far menambahkan, bahwa itu kehadiran akhlak dalam kehidupan merupakan sesuatu yang sangat penting. Karena seseorang yang berubah, bukan berarti karena pesan baik yang kita sampaikan, tetapi bisa saja karena kesan baik yang kita torehkan.

Habib Ja'far kemudian menguraikan sebuah pesan baik dari seorang petinju terkenal asal Rusia Khabib Nurmagumedov. Khabib mengatakan jika orang-orang di sekitar saya, itu tidak melihat Al-Qur'an karena dia non muslim, apalagi membaca hadits, tetapi orang-orang disini melihat akhlak saya. Jika saya akhlak saya baik, maka Islam akan menjadi baik dipandangan mereka. Tetapi sebaliknya, jika akhlak saya buruk, maka Islam pun akan menjadi buruk di pandangan mereka. Menurut Khabib Nurmagumedov, saya bertugas untuk menjaga akhlak saya sebagai bagian dari menjaga Islam yaitu menjaga akhlak.

Lebih lanjut lagi, Habib Ja'far memaparkan jika seseorang menyampaikan sesuatu tidak dari hati dan dengan cara yang tidak baik. Dengan kata lain, terkadang manusia yang menyampaikan nasihat namun tidak membuat sehat orang yang menerima, malah dapat membuat orang menjadi sakit.

"Tapi kalau kita menyampaikan nasihat kemudian tidak diterima, kita tinggalkan orang itu dengan kesan yang baik, bukan dengan kesan 'Ah kamu bodoh sih, jadi enggak bisa berubah'. Akhirnya pesan itu akan dilupakan seiring dengan kesalnya dia kepada kesan yang kita tinggalkan kepada dia," urai Habib Ja'far.

"Itu adalah dakwah terbaik bagi kita, dan dakwah termudah. Nggak usah nggak ngafalin Al-Qur'an, nggak usah ngafalin hadis, nggak usah ceramah, nggak usah apa-apa, tinggal menunjukkan akhlak yang baik," pungkas Habib Ja'far.[]