Lifestyle

Guys, Rencanakan Ulang Kegiatan Mendaki Di Tiga Gunung Ini Karena Berstatus Siaga

Dari data pada laman Magma Indonesia ESDM, berikut gunung berapi di Indonesia yang berada di level siaga,


Guys, Rencanakan Ulang Kegiatan Mendaki Di Tiga Gunung Ini Karena Berstatus Siaga
Ilustrasi Gunung Merapi (Twitter/BPPTKG)

AKURAT.CO Banyak orang memanfaatkan waktu liburan di akhir tahun, dengan mendaki gunung di beberapa gunung Indonesia. 

Ada juga yang sudah merencanakan jauh-jauh hari untuk bisa mendaki gunung yang diinginkan, untuk melepas stres selama bekerja di pusat kota.

Akan tetapi, setelah Gunung Semeru erupsi pada Sabtu lalu, 4 Desember 2021, beberapa gunung berapi di Indonesia mengalami peningkatan status, bahkan ada yang meningkat menjadi level 3 atau siaga. 

Dikutip dari data pada laman Magma Indonesia ESDM per Rabu (08/12) dari pukul 06.00-12.00, berikut beberapa gunung berapi di Indonesia yang berada di level siaga, agar kamu bisa merencanakan ulang kegiatan mendakimu.

Gunung Merapi

Gunung Merapi terletak di Kab\Kota Sleman, Magelang, Boyolali, Klaten, Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah. 

Menurut laporan pengamatan visual Tim Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Gunung Merapi, gunung merapi tertutup Kabut 0-II hingga tertutup Kabut 0-III. Asap kawah tidak teramati. Cuaca berawan hingga mendung, angin lemah ke arah timur dan barat.

Berdasarkan pengamatan kegempaan, 27 kali gempa Guguran dengan amplitudo 3-15 mm dan lama gempa 35.8-145 detik. Lalu, 2 kali gempa Hembusan dengan amplitudo 3 mm, dan lama gempa 14-16 detik. Selain itu, terjadi 1 kali gempa Hybrid/Fase Banyak dengan amplitudo 3 mm, S-P 0.88 detik dan lama gempa 9.1 detik.

Potensi bahaya dari gunung merapi saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor tenggara-barat daya sejauh maksimal 3 km ke arah sungai Woro dan sejauh 5 km ke arah sungai Gendol, Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, Dan Putih. 

Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi erupsi eksplosif, dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

Oleh karena itu, masyarakat diminta mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi, bahkan kegiatan penambangan di alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi dalam KRB III direkomendasikan untuk dihentikan.

Melalui laporan ini, pelaku wisata direkomendasikan tidak melakukan kegiatan pada daerah potensi bahaya dan bukaan kawah sejauh 5 km dari puncak Gunung Merapi.

Gunung Sinabung

Gunung Sinabung terletak di Kab\Kota Karo, Sumatera Utara. Menurut laporan pengamatan visual Tim PVMBG Gunung Sinabung, Gunung Sinabung terlihat jelas hingga tertutup Kabut 0-I. Teramati juga asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tebal tinggi sekitar 100-300 meter dari puncak.

Berdasarkan pengamatan kegempaan, ada satu kali gempa hembusan dengan amplitudo 2 mm, dan lama gempa 19 detik.

Dilihat dari laporan ini, Tim PVMBG Gunung Sinabung merekomendasikan agar masyarakat dan wisatawan tidak melakukan aktivitas pada desa-desa yang sudah direlokasi, serta lokasi di dalam radius radial 3 km dari puncak G.Sinabung, serta radius sektoral 5 km untuk sektor selatan-timur dan 4 km sektor timur-utara dan barat.

Lalu, masyarakat yang berada dan bermukim di dekat sungai-sungai yang berhulu di Gunung Sinabung juga diminta tetap waspada terhadap bahaya banjir lahar, jika wilayah puncak Gunung Sinabung mengalami hujan.

Jika terjadi hujan abu, masyarakat dihimbau memakai masker bila keluar rumah untuk mengurangi dampak kesehatan dari abu vulkanik. Mengamankan sarana air bersih serta membersihkan atap rumah dari abu vulkanik yang lebat agar tidak roboh. 

Gunung Ili Lewotolok

Gunung Ili Lewotolok terletak di Kab\Kota Lembata, Nusa Tenggara Timur. Menurut laporan pengamatan visual Tim PVMBG Gunung Ili Lewotolok, Gunung Ili Lewotolok tertutup Kabut 0-I hingga tertutup Kabut 0-II. Asap kawah tidak teramati. Cuaca mendung hingga hujan, angin lemah hingga sedang ke arah timur.

Berdasarkan pengamatan kegempaan, Gunung Ili Lewotolok mengalami 4 kejadia gempa , antara lain: 

  • 3 kali gempa letusan / erupsi dengan amplitudo 22.7-39 mm, dan lama gempa 32-48.9 detik.
  • 32 kali gempa hembusan dengan amplitudo 2.9-16.8 mm, dan lama gempa 20.5-48 detik.
  • 2 kali Tremor Non-Harmonik dengan amplitudo 8.8 mm, dan lama gempa 54.8-69 detik.
  • 1 kali gempa tremor menerus dengan amplitudo 0.5 mm, dominan 0.5 mm.

Melihat laporan ini, masyarakat di sekitar Gunung Ili Lewotolok maupun wisatawan direkomendasikan agar tidak melakukan aktivitas di dalam radius 3 km dari puncak/kawah G. Ili Lewotolok. 

Untuk Masyarakat Desa Jontona, diminta mewaspadai potensi ancaman bahaya longsoran material lapuk yang dapat disertai oleh awan panas dari bagian tenggara puncak Gunung Ili Lewotolok.

Mengingat abu vulkanik hingga saat ini jatuh di beberapa sektor di sekeliling Gunung Ili Lewotolok, maka masyarakat yang bermukim di sekitar aliran sungai-sungai yang berhulu di puncak Gunung Ili Lewotolok agar mewaspadai ancaman banjir lahar, terutama disaat musim hujan

Mengingat pula potensi bahaya abu vulkanik yang dapat mengakibatkan gangguan pernapasan (ISPA) maupun gangguan kesehatan lainnya, maka masyarakat atau wisatawan yang berada disekitar Gunung Ili Lewotolok agar menyiapkan masker penutup hidung dan mulut maupun perlengkapan lain untuk melindungi mata dan kulit.

Buat kamu yang ingin memantau perkembangan status gunung yang akan kamu kunjungi, kamu bisa lihat melalui aplikasi MAGMA Indonesia yang dapat diunduh di Google Play. 

Untuk para pemangku kepentingan di sektor penerbangan yang ingin memantau aktivitas gunung-gunung di Indonesia, dapat mengakses fitur VONA (Volcano Observatory Notice for Aviation).