News

Gus Nadir Komentari Mahfud MD Soal Cerita Haru Dua Dokter Covid

Gus Nadir turut mengomentari postingan kisah haru yang dibagikan Menkopolhukam Mahfud. Dia menyarankan Mahfud untuk memastikan cerita itu tak terjadi lagi.


Gus Nadir Komentari Mahfud MD Soal Cerita Haru Dua Dokter Covid
Menkopolhukam Mahfud MD saat konferensi pers usai acara Refleksi dan Proyeksi Pelaksanaan Pilkada Serentak Tahun 2020 di Hotel Melia Purosani, Kota Yogyakarta, Senin (14/12/2020) (AKURAT.CO/Kumoro Damarjati)

AKURAT.CO, Cendekiawan NU Nadirsyah Hosen atau Gus Nadir menyarankan Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD lebih baik memastikan kejadian pasien Covid-19 yang diceritakan tak terjadi.

Dia melontarkan saran tersebut menanggapi postingan media sosial Mahfud MD yang bercerita kisah pengorbanan dokter tua bagi keselamatan dokter muda. Dokter tua dan dokter muda tersebut sama-sama terinfeksi virus corona.

"Prof @mohmahfudmd twit yang mengharukan ini biar kami (orang lain) saja yang posting. Kalau bagian panjenengan itu sebaiknya memastikan kejadian mengharukan itu gak terjadi lagi," kata Gus Nadir sebagaimana dikutip AKURAT.CO dari Twitter @na_dirs, Senin (26/7/2021).

Menurut dia, pemerintah seharusnya memastikan bahwa oksigen tercukupi dan kapasitas rumah sakit tidak penuh. "Jangan sampai oksigen atau ventilator kurang dan RS kapasitasnya over sampai antrian panjang. Kita bagi tugas saja Prof," ujarnya.

Sebelumnya, Mahfud MD bercerita kisah mengharukan pada seorang profesor kedokteran yang sudah tua rela mengorbankan dirinya bagi keselamatan dokter muda yang terinfeksi virus tersebut. Dia bercerita melalui media sosial pribadinya.

"Mengharukan. Ada seorang kaya raya di Jatim meninggal ketika sedang menunggu antrean penanganan. Ada juga profesor kedokteran senior menyerahkan kesempatan kepada yuniornya untuk menggunakan satu-satunya oksigen yang tersisa ketika keduanya sama-sama terserang Covid. Sang profesor kemudian wafat," tulis Mahfud MD di Twitter-nya @mohmahfudmd.

Sebelum wafat, kata Mahfud bercerita, profesor itu meminta kepada juniornya yang juga dirawat untuk menggunakan oksigen yang tersisa satu-satunya diantara mereka berdua. Profesor itu beralasan, dirinya sudah terlalu tua untuk mengabdi kepada masyarakat.

"Sebelum wafat, profesor itu bilang kepada yuniornya, 'Kamu muda, masih punya kesempatan lama untuk mengabdi. Pakailah oksigen itu'. Itu cerita haru," ujar Mahfud.

Namun, Mahfud juga mengutarakan tak sedikit cerita bagus tentang orang terinfeksi Covid-19 dan tertangani yang akhirnya bisa sembuh.

"Tapi banyak cerita bagus dimana orang yang terinfeksi Covid-19 dan sempat ditangani dan menjalani perawatan dengan tenang dan ikut prokes bisa sembuh," ungkap Menkopolhukam.[]