Rahmah

Gus Muwafiq Beri Warning: Generasi Milenial Penuh Dinamika yang Kompleks

Melalui YouTube NU Channel, Gus Muwafiq mengatakan manusia dihadapkan Allah SWT hanyalah seorang makhluk, tidak berarti berubah kedudukannya.


Gus Muwafiq Beri Warning: Generasi Milenial Penuh Dinamika yang Kompleks
Gus Muwafiq (AKURAT.CO/IwanGunawan)

AKURAT.CO  KH Ahmad Muwafiq menyebut jika saat ini terjadi dinamika yang kompleks yang terjadi pada generasi sekarang. Generasi itu sering disebut dengan generasi milenial dan juga generasi emas.

Hal tersebut disampaikan KH Ahmad Muwafiq dalam sebuah video yang diunggah melalui YouTube NU Channel, Sabtu (31/7/2021).

Kyai yang akrab disapa Gus Muwafiq itu memberi contoh bahwa saat zaman Walisongo dulu, dalam melakukan interaksi, mereka berada di rumahnya masing-masing, tapi bisa bertemu secara virtual di Pamijahan. Begitu juga dengan zaman sekarang, kita melakukan interaksi dengan orang lain tanpa harus kemana-mana karena perkembangan dan kecanggihan teknologi yang begitu pesat.

Gus Muwafiq menambahkan, manusia dihadapkan Allah SWT hanyalah seorang makhluk, tidak berarti berubah kedudukannya. Akan tetapi pada saat yang sama, sesama makhluk memiliki kedudukan yang sama. "Manusia bisa melepaskan diri dari qadrat itu, hanya dihadapan sesama makhluk saja, bukan berarti di hadapan Allah SWT," ungkap KH Ahmad Muwafiq.

Selanjutnya Kyai kelahiran Lamongan Jawa Timur itu mengatakan jika sebuah bangsa dan suku memiliki dinamikanya masing-masing yang berbeda-beda. "Dinamika di Eropa itu berebeda dengan dinamika di Indonesia, Dinamika di Arab juga tentu berbeda dengan dinamika di Indonesia,". Ujar Gus Muwafiq.

Gus Muwafiq kemudian menjelaskan jika dinamika manusia dengan bangsanya akan menghasilkan sistem sosiologi, sistem antropologi dan sistem survival yang berbeda-beda.

Akan tetapi, menurut Gus Muwafiq, sistem-sistem itulah yang kemudian melahirkan konsep dimana manusia harus tetap pada pengertian bahwa dihadapan Allah SWT itu semua sama, yang menentukan adalah tingkat ketaqwaannya masing-masing.

Gus Muwafiq melanjutkan, jika dalam situasi seperti ini manusia tidak boleh lupa. Manusia harus tetap ingat dengan hukum dasar itu, jangan menganggap seolah-olah manusia kuat dan tetap super, dan tidak butuh washilah.

"Makanya jangan aneh kalau ada orang yang tidak takut kepada Corona, karena ia hanya takut kepada Allah SWT. Ketika menghadapi penyakit, dia lupa bahwa setiap penyakit ada obatnya," tutur kyai yang kini tinggal di Sleman Yogyakarta itu.[]