Rahmah

Gus Miftah: Salah Pilih Guru, Bisa Berbahaya!

Gus Miftah: Salah Pilih Guru, Bisa Berbahaya!
Gus Miftah (NU Online)

AKURAT.CO Adanya fenomena belajar ilmu agama hanya melalui media sosial merupakan fenomena yang tidak baik dalam pandangan Islam. Sebab dalam Islam ilmu harus didapat melalui jalur guru yang jelas sabdanya agar tidak tersesat.

Selain itu muncul fenomena praktik beragama yang ditampilkan dengan kekerasan. Sementara orang mudah mengkafirkan dan menyalahkan orang lain hanya karena berbeda pilihan agama dan keyakinannya. Fenomena ini muncul tidak lepas dari kesalahan seseorang memilih guru.

Gus Miftah dalam acara Pembinaan Rohani di Kalangan Milenial dengan tema "Penguatan Iman dalam Generasi Milenial dalam Masa Pandemi Covid-19" sebagaimana disiarkan akun Facebook Ganjar Pranowo (25/3/2021) mengomentari fenomena ini.

Menurut Gus Miftah, karakter beragama seseorang apakah santun atau keras itu tergantung jalur masuknya. Jika jalur masuknya keras maka model beragamanya akan keras. Sebaliknya, bila jalurnya jalur yang ramah maka ia akan menjadi muslim yang ramah.

Gus Miftah menceritakan pengalamannya diminta untuk membimbing syahadat oleh Dedy Corbuzier ketika akan masuk Islam. Bahwa, memilih masuk Islam ada baiknya masuk melalui jalur Islam yang ramah, bukan yang marah-marah.

Beliau pun mengatakan bahwa menasehati orang-orang yang salah memilih pengajian memang lebih sulit dibanding menasehati orang-orang yang belum mengenal agama. Sebab sudah ada unsur doktrinisasi di dalam aktivitas pengajian bersama guru sebelumnya.

Ulama NU itu berpesan agar kita selalu mengedepankan akhlak di dalam beragama dan bernegara. Tidak boleh ada arogansi keyakinan atau keagamaan pada diri seseorang hanya karena beda agama dan beda guru.

Itulah pesan Gus Miftah dalam pengajian yang dihadiri anak-anak sekolah dan jajaran pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Wallahu A'lam.[]

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu