News

Sesumbar Nasionalis-Agamis, Gus Jazil: Prabowo Panglima Militer, Cak Imin Panglima Santri

"Tokohnya tua dan muda. Pak Prabowo senior, Gus Muhaimin muda. Latar belakangnya yang satu TNI, satunya 'TNU' (Tentara Nahdlatul Ulama)"

Sesumbar Nasionalis-Agamis, Gus Jazil: Prabowo Panglima Militer, Cak Imin Panglima Santri
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto bersama Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar berpose saat meninggalkan Gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Jakarta, Senin (8/8/2022). Gerindra menjadi partai ke-17 dan PKB menjadi partai ke-18 yang mendaftar sebagai calon peserta Pemilu 2024 ke KPU.Pendaftaran kedua partai yang sebelumnya sudah sepakat untuk berkoalisi ini bertepatan dengan tanggal 10 Muharram 1444 H. Kebersamaan pendafaran kedua partai ini dilakukan dengan m (Endra Prakoso)

AKURAT.CO, Hubungan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Gerindra semakin harmonis jelang deklarasi piagam koalisi di Sentul Internasional Convention Center (SICC), Sabtu (13/8/2022). 

Belum lama ini, kedua partai politik (parpol) juga mendaftar sebagai calon peserta Pemilu 2024 ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) secara bersama-sama. 

"PKB-Gerindra ini tambah lengket dan tambah mesra, meskipun kedua partai ini belum punya pengalaman di koalisi di pilpres. Saya rasa dua parpol bisa saling melengkapi, nasionalis-agamis. Basisnya juga berbeda. Gerindra kuat di Jabar, PKB kuat di Jatim," ujar Gus Jazil di Jakarta, Kamis (11/8/2022). 

baca juga:

Sementara itu, kata Gus Jazil sapaan akrabnya, kader kedua partai yang akan diusung sebagai capres dan cawapres juga merupakan kombinasi paket yang komplet.

"Tokohnya tua dan muda. Pak Prabowo senior, Gus Muhaimin muda. Latar belakangnya yang satu TNI, satunya 'TNU' (Tentara Nahdlatul Ulama). Satu panglima militer, satu panglima santri," paparnya.

Wakil Ketua MPR itu menyebut upaya menggabungkan PKB dan Gerindra dalam satu koalisi ini juga mendapatkan sambutan dari basis struktural partai, baik dari struktur maupun elemen-elemen yang selama ini menjadi penopang kekuatan PKB, baik dari para kiai, masyarakat NU dan juga berbagai elemen lainnya.

"Nanti deklarasi koalisi di Sentul juga akan dihadiri Pak Prabowo dan Gus Muhaimin. Baik Pak Prabowo maupun Gus Muhaimin juga akan menyampaikan speech (pidato)," tuturnya.

Gus Jazil mengatakan bahwa hubungan kedua partai dari hari ke hari semakin jelas. Kendati kedua parpol sudah sepakat berkoalisi, karena tahapan pemilu masih cukup panjang yakni 1,5 tahun maka koalisi PKB-Gerindra masih membuka kemungkinan parpol lain untuk bergabung dengan koalisi ini.

"Misalkan kalau di KIB (Koalisi Indonesia Bersatu) ada partai yang ingin bergabung dengan Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya ya monggo atau dari partai-partai di luar KIB, kami terbuka," tuturnya.

Gus Jazil mengatakan bahwa satu hal penting yang harus digarisbawahi dalam menghadapi Pemilu 2024, saat mendaftar ke KPU, baik PKB maupun Gerindra sama-sma berkomitmen agar Pemilu 2024 berlangsung sukses, tertib, aman dan damai, mewujudkan pemilu yang riang gembira. []