News

Gus Jazil Harap Ikatan Hafidzah Fatayat NU Jadi Penjaga Kelestarian Alquran

Indonesia sebagai negara mayoritas penduduknya muslim, memiliki jumlah hafid atau hafidzah terbesar di dunia, mencapai sekitar 30.000 orang


Gus Jazil Harap Ikatan Hafidzah Fatayat NU Jadi Penjaga Kelestarian Alquran
Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid saat Sosialisasi Empar Pilar dan Silaturahim Nasional IHF NU di Rumah Dinas Wakil Ketua MPR, Kemang, Jakarta Selatan, Selasa (4/5/2021).  (DOK. HUMAS DPR RI)

AKURAT.CO, Wakil Ketua MPR RI, Jazilul Fawaid mengapresiasi berdirinya Ikatan Hafidzah Fatayat Nahdlatul Ulama (IHF NU) sebagai lembaga baru yang dibentuk oleh PP Fatayat NU. Dia menilai, kehadiran IHF sangat bagus sebagai upaya mensyiarkan dan melestarikan Alquran.

”Saya mengapresiasi Fatayat NU ini melahirkan badan Ikatan Hafidzah Fatayat NU. Hafidzah itu diambil dari ayat ‘inna nahnu nazzalna adzzikra wanna lahu lahafidhun’. Hafidzah itu menjaga, pelestari, tapi disebut penghafal Alquran,” ujar Jazilul sebagaimana yang dikutip AKURAT.CO dari keterangan tertulis, Kamis (6/5/2021).  

Gus Jazil sapaan akrab Jazilul Fawaid mengatakan, Indonesia sebagai negara mayoritas penduduknya muslim, memiliki jumlah hafid atau hafidzah terbesar di dunia, mencapai sekitar 30.000 orang. Namun, dibandingkan jumlah penduduk yang mencapai sekitar 271 juta jiwa, jumlah penghafal Alquran tergolong masih kecil.   

Disisi lain, lanjut Gus Jazil, separuh lebih atau sekitar 63 persen penduduk muslim Indonesia ternyata belum bisa membaca Alquran secara baik dan benar.

"Kalau Fatayat NU pasti bisa. Artinya IHF ini kelompok kecil. Kalau yang tergabung di Fatayat ada 300-an yang menjadi hafidzah, itu luar biasa. IHF ini sekadar pakunya agar Alquran lestari, terjaga,” tuturnya.  

Selain itu Gus Jazil juga bercerita, bahwa pada zaman nabi dan sahabat, Alquran tidak dibukukan, namun dihafalkan. Baru ketika banyak para penjaga Alquran terbunuh, kemudian Alquran dibukukan.

”Alquran pada masanya itu dihafal, bukan ditulis. Yang ditulis itu mushaf Alquran pada masa Sahabat Usman, tapi dikumpulkan pada masa Umar Bin Khattab,” katanya.   

Menurutnya, para hafid dan hafizhan adalah orang-orang mulia karena di memori otaknya ada ‘chip’ data alquran. Karena itu, Gus Jazil berharap agar Fatayat NU bisa terus menjadi bagian dari penjaga Alquran.

“Ini langkah hebat dan semoga berkah. Mudah-mudahan yang tergabung menjadi benar-benar seperti yang ada dalam mars Fatayat, yakni menjadi harapan bangsa, agama dan keluarga sehingga bisa membina keluarga yang sehat, sholeh dan sholihah,” urainya. []