News

Gus Jazil: Budi Daya Porang Menjanjikan, Nilai Ekspornya Hampir Rp1 Triliun

Wakil Ketua MPR RI Jazilul Fawaid mengatakan, porang merupakan satu komoditi pinggiran yang kini mulai mendapatkan perhatian.


Gus Jazil: Budi Daya Porang Menjanjikan, Nilai Ekspornya Hampir Rp1 Triliun
Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid  saat menjadi pembicara pada Focused Group Discussion (FGD) Panen Raya Porang Nasional 2021 bertajuk   Porang Komoditas Nusantara Menembus Pasar Dunia di Pendopo Pemkab Trenggalek, Jawa Timur, Selasa malam (24/8/2021). (MPR RI)

AKURAT.CO, Budi daya tanaman porang belakangan menjadi tren baru di dunia pertanian belakangan ini. Sejumlah kisah sukses petani porang menginspirasi petani lainnya untuk mencoba membudi dayakan porang.

Wakil Ketua MPR RI Jazilul Fawaid mengatakan, porang merupakan satu komoditi pinggiran yang kini mulai mendapatkan perhatian. Apalagi, melihat tingginya permintaan porang sebagai komoditi ekspor, kedepan porang bisa menjadi komoditi yang menjanjikan dan diharapkan bisa meningkatkan kesejahteraan petani.

”Kalau kita lihat datanya, pada 2020 saja, nilai ekspor porang kita mencapai hampir Rp1 triliun atau tepatnya Rp923,6 miliar. Ini tentu sangat menjanjikan,” kata Gus Jazil sapaan akrab Jazilul Fawaid dalam keterangan tertulis, di Jakarta, Rabu (25/8/2021).

Dia mengungkapkan, selama ini porang belum menjadi komoditas yang popular ditanam di Indonesia layaknya padi, jagung, dan berbagai komoditi pertanian lainnya. Oleh sebab itu, butuh keterlibatan banyak pihak, utamanya Kementerian Pertanian, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Perhutani dan berbagai pihak lain.

Karena menurutnya, tanaman porang cukup baik dibudi dayakan di lahan-lahan hutan yang menjadi wilayah Perhutani dan KLHK.

”Ini PR bagi Kementerian Pertanian untuk membuat porang bisa dianam di lahan persawahan seperti menanam padi. Catatan kami belum ada budi daya porang di lahan jajar jenjang seperti padi, baru di lahan yang itu ada tegakannya, nah itu butuh dorongan dan dukungan KLHK, Perhutani karena kita punya cukup luas lahan hutan yang belum termanfaatkan dengan cukup baik,” urainya.

Di sisi lain, Gur Jazil berpandangan, para petani porang juga perlu mendapatkan dukungan para pengusaha yang tergabung dalam asosiasi industri porang. Hal ini diperlukan untuk menjaga harga bibit serta stabilitas harga panen.

Dengan demikian, dia meminta agar seluruh stakeholder harus berkumpul untuk membangun ketahanan pangan nasional, salah satunya melalui budi daya porang.

”Termasuk dari perbankan karena petani kita ini butuh dukungan akses permodalan. Porang ini menjanjikan untuk meningkatkan indeks petani, tapi tanpa diikuti dunia usaha, industri, tanpa dukungan modal, tanpa dukungan pemerintah, petani tidak akan mampu,” ujarnya.