Rahmah

Gus Baha Ungkap Kesalahan itu Tidak Ada Syaratnya: Walaupun Tak Ikhlas, Tetap Dicatat

Menurut Gus Baha, keburukan itu tidak disyaratkan untuk ikhlas. Misalnya, kalau maksiat, walaupun tidak ikhlas itu tetap dicatat.


Gus Baha Ungkap Kesalahan itu Tidak Ada Syaratnya: Walaupun Tak Ikhlas, Tetap Dicatat
Gus Baha (Pwnujatim)

AKURAT.CO  Cendekiawan Muslim KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau yang lebih akrab disapa Gus Baha mengatakan, sujud menurut mazhab Syafi'i adalah harus menggunakan tujuh anggota badan. Ketujuh anggota badan tersebut ialah jidat, dua tangan, dua lutut dan dua telapak kaki. Kemudian, dengan sedikit ditekan.

"Kata Imam Syafi'i perumpamaannya, jika di bawahnya ada kapuk, itu sampai kempis. Tidak perlu sampai berbekas. Pengandaiannya tidak sampai seperti itu," ujar Gus Baha dalam video yang diunggah dari YouTube Santri Gayeng, Sabtu (22/1/2022).

Namun Gus Baha menjelaskan, menurut mazhab Syafi'i lain yang penting adalah jika jidatnya menempel, meski dua lututnya menggantung itu sudah dihukumi sah. Sebab sujud yang seperti ini sudah bisa membuat orang murtad.

baca juga:

"Sekarang misalnya begini, ada Zaid sujud di berhala. Untuk sah jadi murtad itu syaratnya tujuh anggota atau asal sujud? Sah tidak kemurtadannya? Sah!," tegas Gus Baha.

Akan tetapi, pendapat tersebut lanjut Gus Baha menyampaikan, ada yang bantah bahwa taat dan maksiat itu berbeda. Misalnya orang yang mengeluarkan sedekah. Syarat diterimanya sedekah kan harus ikhlas. Kalau orang sedekah ke pelacur, apakah ikhlas jadi syarat agar itu dicatat sebagai maksiat?

Sehingga, kata Gus Baha ada ulama berdoa begini. Agak nakal memang tapi benar.

"Ya Allah, Engkau Maha Baik. Kebaikan Engkau gandakan sepuluh kali lipat. Sedangkan keburukan hanya Engkau tulis keburukan".

"Tapi masalahnya, dalam keburukan tidak disyaratkan untuk ikhlas. Maksudnya, kalau maksiat, meski tidak ikhlas itu tetap dicatat. Paham?," ucap Gus Baha.

"Kamu salat, sedekah jika diterima kan digandakan sepuluh kali lipat. Tapi syaratnya kan banyak. Uang yang disedekahkan harus halal. Ikhlas. Tidak ada kebutuhan yang mendesak. Tapi jika berbuat kesalahan, ada syaratnya tidak? Langsung diterima," imbuh Gus Baha.

Sehingga menurut Gus Baha, contoh di atas adalah kesalahannya memiliki potensi yang lebih besar daripada kebaikannya. Oleh karena itu pasti langsung diterima, karena kesalahan itu tidak disyaratkan dengan ikhlas.

"Pencurianku tidak sah karena tidak ikhlas. Tetap ditulis!," tandas Pengasuh Pesantren Tahfizh LP3IA Narukan Rembang tersebut. []