Rahmah

Gus Baha Sebut Sedekah Jangan Kebanyakan, Kok Bisa? ini Penjelasannya

Menurut Gus Baha, Nabi merupakan sebaik-baiknya makhluk. Sehingga jika mengalokasikan harta, maka tidak mungkin salah.


Gus Baha Sebut Sedekah Jangan Kebanyakan, Kok Bisa? ini Penjelasannya
Gus Baha (Wikiwand)

AKURAT.CO  Rasulullah SAW bersabda: "Pangkat dari segala kesalahan adalah cinta dunia,". Dan di dalam keterangan sebuah kitab menyebutkan bahwa dunia merupakan sesuatu yang melebihi kebutuhan. 

Menurut KH Bahauddin Nursalim atau yang lebih akrab disapa Gus Baha, semua yang melebihi kebutuhan itu disebut dunia. Misalnya orang yang mempunyai uang satu miliar, maka yang dipakai kan paling 50 juta, yang 950 juta itu anggap saja sisanya harta untuk kompetisi dengan orang kafir.

"Jangan kamu anggap punyamu sendiri. Silahkan kelola sendiri, tapi diniati untuk menyita harta itu, agar tidak dikuasai orang zalim," ujar Gus Baha dalam video yang diunggah channel YouTube Santri Gayeng pada Rabu 17 November 2021.

Gus Baha menambahkan, ketika Nabi Sulaiman diberi tahu oleh Allah SWT, "Sulaiman! Kamu Aku beri uang yang banyak dan kerajaan. Boleh kamu berikan ke orang lain, ataupun kamu ambil sendiri. Tapi kalau diambil, niatkan agar harta itu tidak diambil orang fasik atau orang zalim"

"Makanya kalau ada orang kaya yang ngaji sama saya, dan mampu beli tanah di perbatasan, wajib kamu beli. Sebab jika dibeli orang yang suka maksiat, jadi kelab. Jika dibeli pendeta, bisa jadi gereja" tutur Gus Baha.

Begitu juga dalam bersedekah kepada kiai juga, menurut Gus Baha, jangan banyak-banyak. Karena menurut Nabi, sedekah jangan melebihi sepertiga.

Sebab, menurut Gus Baha, Nabi merupakan sebaik-baiknya makhluk. Sehingga jika mengalokasikan harta, maka tidak mungkin salah.

"Jadi misalnya ada orang punya uang satu miliar, lalu sedekah 500 juta. Harusnya saya tidak mau, karena maksimal itu 250 juta karena sepertiga dari harta itu," kata Gus Baha.

Dengan demikian, lanjut Gus Baha menjelaskan, sedekah itu jangan sampai melewati sepertiga. Karena Nabi sebagai makhluk terbaik saja, ketika diberi sedekah oleh sahabat semuanya hartanya, Nabi tidak berkenan.

Sementara Gus Baha mengatakan, terkadang ada kiai, ketika ada yang punya tanah seharga satu miliar, dibuat pondok saja biar barokah, daripada buat anak cucu, itu menurut Gus Baha adalah sedekah yang salah. Karena ketika dibuat pondok, saat anak cucunya miskin, akan ingat pada pondok itu, dan berkata "gara-gara ini aku tidak punya warisan". []