Rahmah

Gus Baha Sebut Bekerja Termasuk Sunnah Nabi, Begini Penjelasannya

Kata Gus Baha, tidak semua orang harus ikut mengaji di masjid. Seperti orang yang bekerja, biarkan saja mereka bekerja.


Gus Baha Sebut Bekerja Termasuk Sunnah Nabi, Begini Penjelasannya
Gus Baha (PWNU Jatim)

AKURAT.CO  Cendekiawan Muslim KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau yang lebih akrab disapa Gus Baha mengatakan, Nabi SAW ketika berkata-kata itu sangat lama. Hal tersebut ternyata membuat para sahabat sampai tidak bisa menampung kata-kata dari Nabi.

"Kadang menyebut kebaikan dalam satu majelis bisa 60 sampai 70," kata Gus Baha dalam video yang diunggah YouTube Santri Gayeng pada Minggu 16 Januari 2022.

Gus Baha memberi contoh dengan sabda Nabi SAW: 

baca juga:

"Iman itu ada 63" lalu Nabi menyebutkan semua itu sampai selesai.

Pertama Nabi SAW mengatakan: "Yang tertinggi adalah kalimat tauhid, Laa Ilaha Ilallah. Sedangkan yang terendah adalah menyingkirkan hal-hal yang menggangu orang mukmin di jalan".

Karena hal tersebut, kata Gus Baha melanjutkan, pernah suatu saat Nabi SAW sedang mengaji di masjid, lalu ada pemuda membawa cangkul dengan santainya melewati Nabi SAW dan para sahabat.

Singkat cerita, para sahabat Nabi mencibir:

"Celaka betul pemuda itu, ada Rasulullah SAW mengaji tapi dia tidak ikut, dia malah berlalu membawa pacul,".

Lalu kata Nabi SAW: "Kamu jangan berkomentar begitu. Jika dia bekerja untuk menafkahi ibu atau anaknya yang lemah, maka dia juga sedang ibadah dan itu juga sunnahku,".

"Akhirnya para sahabat di masjid paham dengan sabda Nabi SAW tersebut," tutur Gus Baha.

Dari kisah di atas, kata Gus Baha, tidak semua orang harus ikut mengaji di masjid. Seperti orang yang bekerja, biarkan saja mereka bekerja. Bekerja dalam arti di sini yaitu yang mengandung nilai ibadah.

"Yang penting jangan jadi germo atau pengedar narkoba, karena itu bukan kerja tapi perusak," ucap Gus Baha.

"Sehingga efek dari pemikiran ulama yang seperti ini akhirnya masjid di daerah ulama tersebut sepi. Sebab berkata begitu, lalu orang mengira tak usah ke masjid," imbuh Gus Baha.

Dalam hal ini, kata Gus Baha, banyak orang yang salah dalam menyimpulkan seolah kita tak perlu ke masjid.

"Maksudnya yang punya aktivitas silahkan bekerja, yang tidak punya aktivitas daripada tidur di rumah lebih baik mengaji atau ibadah di masjid," tandas Pengasuh Pesantren Tahfizh LP3IA Narukan Rembang tersebut. []