Rahmah

Gus Baha Jelaskan Mengapa Menjaga Lisan Seperti Emas, Ternyata Ini Alasannya

Gus Baha menyampaikan, penting bahwa menjaga lisan terhadap perkataan yang tidak ada gunanya.


Gus Baha Jelaskan Mengapa Menjaga Lisan Seperti Emas, Ternyata Ini Alasannya
Gus Baha (Candra Nawa)

AKURAT.CO Cendekiawan Muslim Indonesia KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau yang lebih akrab disapa Gus Baha menjelaskan dalam sebuah pengajian bahwa orang yang menjaga lisannya dari bicara sesuatu yang tidak ada gunanya, maka dia akan selamat. Tetapi jangan kemudian diam saja, kata Gus Baha, nanti malah dikira bisu.

"Kayak orang kuno, hobinya puasa membisu. Kemudian sakit. Salah itu," kata Gus Baha dalam video dari YouTube Santri Gayeng diunggah 13 Mei 2022.

Gus Baha menambahkan bahwa oang yang tidak pernah bicara kebenaran itu, menurut ulama menyebutnya dengan setan yang bisu. Artinya, tidak mensyariatkan kebaikan. 

baca juga:

"Jadi kalau kamu terlalu diam, karena kalau bicara bisa timbul fitnah. Terlalu diam juga jadi setan yang bisu," terang Gus Baha.

"Bicara yang tidak ada gunanya, jadi setan mubaligh. Maka tetaplah bicara. Bicara terus juga tidak ada gunanya," imbuh Gus Baha.

Oleh karena itu, lanjut Gus Baha menyampaikan, penting bahwa menjaga lisan terhadap perkataan yang tidak ada gunanya. Tapi jika perkataan itu berguna atau penting, maka harus dikatakan.

"Karena agama ini dimulai dari omongan. Yaitu omongan tentang hal yang Haq," jelas Gus Baha.

Lebih lanjut lagi, Gus Baha menambahkan keterangannya bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda: Amal yang paling disukai Allah SWT adalah menjaga lisan.

"Jadi Nabi tidak mengatakan diam. Sebenarnya salah," ucap Gus Baha.

"Begini saya terangkan. Nabi tetap beda dengan manusia biasa. Redaksi asli Nabi tidak mengatakan 'diam'. Tapi menjaga lisan," pungkas Gus Baha.

Sebagaimana Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an An-Nisa ayat 114:

لَا خَيۡرَ فِىۡ كَثِيۡرٍ مِّنۡ نَّجۡوٰٮهُمۡ اِلَّا مَنۡ اَمَرَ بِصَدَقَةٍ اَوۡ مَعۡرُوۡفٍ اَوۡ اِصۡلَاحٍۢ بَيۡنَ النَّاسِ‌ ؕ وَمَن يَّفۡعَلۡ ذٰ لِكَ ابۡتِغَآءَ مَرۡضَاتِ اللّٰهِ فَسَوۡفَ نُـؤۡتِيۡهِ اَجۡرًا عَظِيۡمًا

laa khaira fii kasiirim min najwaahum illaa man amara bisadaqatin aw ma'ruufin aw islaahim bainan naas; wa mai yaf'al zaalikab tighaaa'a mardaatil laahi fa sawfa nu'tiihi ajran 'aziimaa

Artinya: "Tidak ada kebaikan dari banyak pembicaraan rahasia mereka, kecuali pembicaraan rahasia dari orang yang menyuruh (orang) bersedekah, atau berbuat kebaikan, atau mengadakan perdamaian di antara manusia. Barangsiapa berbuat demikian karena mencari keridhaan Allah, maka kelak Kami akan memberinya pahala yang besar". []