Rahmah

Gus Baha: Jangan Mudah Percaya Ahli Tafsir yang Cuma Modal Kamus

Gus Baha meminta untuk tidak mudah percaya kepada orang-orang yang mengatasnamakan tafsir yang menafsirkan Al-Qur'an dengan menggunakan kamus.


Gus Baha: Jangan Mudah Percaya Ahli Tafsir yang Cuma Modal Kamus
Gus Baha (ISLAMRAMAH)

AKURAT.CO  Cendekiawan Muslim KH Bahauddin Nursalim atau yang lebih akrab disapa Gus Baha meminta kepada umat Muslim untuk tidak mudah percaya kepada orang-orang yang mengatasnamakan tafsir atau ahli tafsir yang menafsirkan Al-Qur'an dengan menggunakan kamus. Sebab menurut Gus Baha, tafsir adalah sebuah riwayat yang tidak bisa hanya dimaknai dengan kamus.

"Orang yang menafsirkan Al-Qur'an dengan pendapat sendiri, tanpa bersumber pada riwayat maka dia pesan satu tiket menjadi ahli neraka," ujar Gus Baha dalam video yang diunggah melalui channel YouTube Santri Gayeng, pada Jumat 10 Desember 2021.

"Sehingga kalau memaknai lafaz 'Sayyi'ah' versi kamus maka artinya keburukan. Paham ya?," imbuh Kiai kelahiran 29 September 1970 itu.

baca juga:

Gus Baha menjelaskan bahw lafaz 'Sayyiah' bukan diartikan dengan keburukan. Karena kalau diartikan keburukan, maka menjadi kata: 

"Siapa yang pernah sekali berbuat keburukan pasti akan terjungkal ke neraka".

"Repot. Tidak begitu maknanya!," ucap Gus Baha.

Menurut Gus Baha, Nabi SAW sering bersabda: "Tuhan itu Maha Pengampun, kalau malam Dia berharap, Tuhan menunggu orang yang bersalah siang hari, ditunggu malamnya (bertaubat),"

Artinya bahwa yang bersalah malam ditunggu taubatnya siang. Semuanya ditunggu. Maka jika ada orang yang berbuat kejelekan, maka akan ditunggu taubatnya

Dengan demikian, lanjut Gus Baha megatakan, keburukan yang sudah pasti masuk neraka itu maknanya keburukan (dosa) kekafiran atau kemusyrikan. Seperti Imam Suyuthi yang memaknai lafaz 'Al-Mujrimun' dengan makna orang-orang kafir. 

Begitu juga dalam ayat Al-Qur'an Surah As-Sajdah ayat 14 yang berbunyi:

 وَذُوۡقُوۡا عَذَابَ الۡخُلۡدِ بِمَا كُنۡتُمۡ تَعۡمَلُوۡنَ

 zuuquu 'azaabal khuldi bimaa kuntum ta'maluun

Artinya: "dan rasakanlah azab yang kekal, atas apa yang telah kamu kerjakan."

Lafaz 'Ta'malun' di sini, kata Gus Baha maknanya bukan mengerjakan semua kejelekan, tetapi kekafiran dan kedustaan.

"Dosa yang menjadikan abadi di neraka itu kafir dan mendustakan para Rasul. Di sini tidak bisa kamu contohkan dengan korupsi atau menilep uang masjid itu tetep masuk surga, meski harus disiksa dulu di neraka," pungkas Pengasuh Pesantren Tahfizh LP3IA Narukan Rembang itu. []