Rahmah

Gus Baha: Jangan Mudah Bilang Sunah Rasul

Sunah Rasul itu harus dilakukan secara fair


Gus Baha: Jangan Mudah Bilang Sunah Rasul
Ilustrasi Gus Baha (ISLAMICO)

AKURAT.CO Dalam video pendek fanspage Muhibbin Gus Bahwa Jateng, 13 Oktober 2019, Gus Bahwa menyampaikan ceramah kepada para jama'ahnya. Gus Bahwa meminta agar kita tidak usah sedikit-sedikit bilang ini sunah Rasul itu sunah Rasul.

Gus Baha mengomentari fenomena di tengah masyarakat yaitu adanya orang yang sedikit-sedikit bilang sunah Rasul ketika melakukan suatu hal. Misalnya, ketika memakai sorban bilang ke mana-mana itu sunah Rasul. Menurutnya, sunah Rasul itu ketika kita mampu membeli itu dan kemudian memakainya.

Jika memang dalam keadaan belum mampu untuk membeli sorban misalnya, tidak perlu mencekoki orang lain bahwa itu sunah Rasul dan seseorang harus membelinya.

Salah satu fenomena yang lain ialah soal poligami di tengah masyarakat. Banyak orang mudah mengatakan melakukan poligami karena sunah Rasulullah. Semestinya menurut Gus Baha tidak demikian. Tinggal katakan saja ia pengen berpoligami, tidak perlu bawa-bawa sunah Rasul. Sebab poligami yang dilakukan nabi pasca istri yang sebelumnya wafat. 

Terkait jangan mudah mengatakan sunah Rasul, juga sebab banyak orang yang tidak fair. Orang yang mengatakan sunah Rasul dalam melakukan suatu hal harusnya pun menjalankan sunah Rasul yang lain, misalnya disakiti orang kafir selama 10 tahun. Atau, hidup sengsara dalam dakwah selama 13 tahun, dan lain sebagainya, sebagaimana itu dilakukan nabi.

Kalau seseorang ingin fair dikatakan selalu menjalankan sunah Rasul, kata Gus Baha, jangan hanya mengambil sunah-sunah yang kelihatannya enak saja, kaya poligami, akan tetapi coba lakukan dengan menahan lapar dengan batu, misalnya. Atau diam di Goa Hira dengan dikejar-kejar musuh.

Menurutnya, jika seorang melakukan suatu hal dan ia mampu, tak usah mudah bilang ini dan itu sunah Rasul. Cukup saja mengatakan dirinya bisa dan mampu. Demikian itu lebih aman karena tak mengabaikan sunah Rasul yang lain-lainnya. Wallahu A'lam.[]

Sumber: Muhibbin Gus Baha Jateng

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu