Rahmah

Gus Baha: Pentingnya Ngaji itu Biar Tidak Jadi Ekstrimis

Gus Baha mengatakan, Nabi itu ummiy atau tidak mau mikir. Bahwa detelah 26 hari dikepung, Nabi lalu salat dua rakaat di malam yang sangat dingin.


Gus Baha: Pentingnya Ngaji itu Biar Tidak Jadi Ekstrimis
Gus Baha (Pwmujatim)

AKURAT.CO  Cendekiawan Muslim KH Bahauddin Nursalim atau yang lebih akrab disapa Gus Baha mengatakan, Nabi itu ummiy atau tidak mau mikir. Bahwa detelah 26 hari dikepung, Nabi lalu salat dua rakaat di malam yang sangat dingin.

"Saking dinginnya, Nabi memanggil satu sahabat itu tidak ada yang berani datang. Sudah dingin, dikepung orang kafir pula," ujar Gus Baha dalam video yang diunggah melalui channel YouTube Santri Gayeng, Jumat (14/1/2022).

"Tapi Nabi santai saja,  tetap melaksanakan salat. Diantara salatnya Nabi memanjatkan doa," imbuh Kiai kelahiran 29 September 1970.

baca juga:

Ketika doa tidak sampai satu menit, lanjut Gus Baha menyampaikan, tidak sampai satu jam, kemudian datang angin ribut. Sehingga orang kafir pada saat itu kocar-kacir.

Lalu Nabi memanggil sahabat dan berkata:

"Tolong lihat, posisi pasukan orang kafir sekarang bagaimana?"

Namun tidak ada satupun sahabat yang bersedia memberi tahu. Karena sahabat sudah tidak makan beberapa hari dan kedinginan.

"Bayangkan sudah tidak makan, kedinginan pula. Kayak apa, tidak punya tenaga sama sekali. Sudah begitu, ketakutan pula karena pasti mati kalau keluar dari parit. Karena musuhnya beringas semua. Dulu tidak ada polisi, tidak ada tentara, tidak ada PBB. Yang namanya perang, pasti mati," kata murid dari ulama kharismatik KH Maimoen Zubair tersebut.

Karena para sahabat tidak ada yang menurut dengan Nabi, kata Gus Baha, akhirnya Nabi memanggil dan menyebut nama:

"Hudzifah tolong ke sini"

Karena Nabi menyebut nama, mau tidak mau dia akhirnya berangkat. Hudzifah lalu berkata:

"Kalau Nabi bilang 'siapapun sahabat' tentu aku tidak akan berdiri"

Hudzifah lalu bertanya kepada Nabi:

"Ada apa ya Rasulullah"

"Tolong lihat pasukan orang kafir posisinya bagaimana, tapi kamu tidak boleh melakukan tindakan apapun, apalagi membunuh"

"Artinya menjadi fikih bahwa ketemu orang kafir harbi pun perintahnya tidak selalu membunuh," ucap Gus Baha.

"Itu jelas di hadits-hadits sahih. Makanya ngaji, biar tidak jadi ekstrimis," tandas Pengasuh Pesantren Tahfizh LP3IA Narukan Rembang itu. []