Rahmah

Gus Baha: Boleh Ngaku Sunnah, Tapi Harus Menghidupkan Ilmu

Menurut Gus Baha, terkadang, kita mensunahkan suatu ibadah bukan berdasar fakta, tetapi berdasarkan selera.


Gus Baha: Boleh Ngaku Sunnah, Tapi Harus Menghidupkan Ilmu
Gus Baha (Pwnujatim)

AKURAT.CO  Cendekiawan Muslim KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau yang akrab disapa Gus Baha mengatakan, Nabi Muhammad SAW ketika mengenakan sorban itu sekenanya. Jadi kalau ada selimut, Nabi akan memakai selimut tersebut.

"Kalau ada selimut, ya, pakai selimut. Tidak seperti Kiai sekarang; harus dandan berpenampilan cari warna yang sesuai," ujar Gus Baha dalam video yang diunggah dari YouTube Santri Gayeng, Kamis (3/2/2022).

Salah satu murid dari ulama kharismatik, Kiai Maimun Zubair ini menjelaskan bahwa di dalam kitab Fathul Mu'in, terdapat keterangan, salat itu disunahkan memakai selendang. Apabila tidak ketemu selendang, maka boleh pakai tali.

baca juga:

"Karena ulama dulu itu ikhlas, tidak peduli penampilan. Kalau sekarang mana mau!," ucap Gus Baha.

"Kamu cari di Mu'in, disunahkan salat itu pakai selendang. Kalau tidak, cukup pakai tali. Jadi tidak apa-apa pakai rafia," imbuh pengasuh Pondok Pesantren Tahfidzul Qur'an LP3IA, Narukan, Kragan, Rembang tersebut.

Gus Baha lalu menjelaskan bahwa pada zaman Nabi, tidak ada yang memikirkan penampilan. Berbeda dengan sekarang yang kebanyakan orang memikirkan penampilannya.

"Kombinasi dengan jasnya, kalau di podium, posisi harus begini. Entah itu Sunnah atau hanya karena sombong," tutur Gus Baha.

Bahkan, lanjut Gus Baha menyampaikan, Abdullah bin Mas'ud, dia melihat Nabi SAW salat sarungan. Lalu diikatkan ke lehernya. Sarung saja satu, tidak punya baju. 

Oleh karena itu, hal yang seperti ini menurut Gus Baha dapat menjadi pelajaran bagi kita. Karena terkadang, kita mensunahkan satu ibadah bukan berdasar fakta, tetapi berdasarkan selera.

"Sekarang orang ramai-ramai umrah, karena kita hidup baik-baik saja. Makanya kita mensunahkan umrah. Zaman dulu, mungkin yang wajib itu mengusir Belanda, bukan umrah," jelas Gus Baha yang pernah nyantri di Pondok Pesantren Al-Anwar Rembang itu.

"Oke, kita sepakat pakai sorban itu sunnah, tetapi tidak se-sunnah menghidup-hidupkan ilmu. Karena tadi, bahaya kalau ilmu itu mati. Karena kalau imu mati, kemudian pakai sorban itu wajib. Sehingga yang salat pakai kemeja maka dianggap batal," tandas Kiai kelahiran Rembang, 29 September 1970 tersebut. []