Rahmah

Gus Baha Beri Pandangan Soal Poligami: Punya Satu Istri Saja Repot, Kok Mau Nikah Lagi?

Kata Gus Baha: Kamu punya istri satu saja ditelantarakan, kok, nambah (nikah lagi). Berarti melantatkan dua orang. Tambah buruk kan?


Gus Baha Beri Pandangan Soal Poligami: Punya Satu Istri Saja Repot, Kok Mau Nikah Lagi?
Gus Baha (Pwmujatim)

AKURAT.CO  Cendekiawan Muslim KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau yang lebih akrab disapa Gus Baha mengatakan bahwa Nabi Sulaiman AS merupakan Nabi yang sangat kaya. Bahkan menurut Gus Baha, harta Nabi Sulaiman AS jika dimakan semua orang sampai kiamat pun tidak akan habis.

"Tidak usah tujuh turunan, sampai kiamat pun belum habis," kata Gus Baha dalam video yang diunggah dari YouTube Santri Gayeng, (22/1/2022).

Gus Baha menambahkan, sejatinya perempuan merupakan makhluk yang lemah. Sehingga, kalau menikah dengan satu perempuan, berarti ia termasuk baik karena menolong satu orang. 

baca juga:

"Menolong dua perempuan itu lebih baik. Menolong tiga perempuan juga tambah baik. Begitu juga kalau menolong empat perempuan, makan akan lebih lagi," ujar Pengasuh Pesantren Tahfizh LP3IA Narukan Rembang tersebut.

Maka, menurut Gus Baha, meskipun tidak berani menikah lagi, namun harus mengerti logika di atas. Apalagi jika logika tersebut dibalik, yaitu jika seseorang menikah, tetapi malah jadi orang nakal itu justru tidak baik.

"Kamu punya istri satu saja ditelantarakan, kok, nambah (nikah lagi). Berarti melantatkan dua orang. Tambah buruk kan?," ucap Gus Baha.

"Misalnya dicerai, nanti diganti orang lain. Karena melantarkan orang, terus istrinya diceraikan. Berarti baik, karena setelah dinikah orang lain, kehidupannya lebih baik," imbuh Gus Baha.

Sehingga, Gus Baha menjelaskan, perceraian dapat dilihat buruk atau tidaknya dengan ditimbang atas dasar hal-hal tersebut. 

"Makanya Allah berfirman, talak  (cerai) itu terkadang baik" tandas Gus Baha.

اَلطَّلَاقُ مَرَّتٰنِ ۖ فَاِمْسَاكٌۢ بِمَعْرُوْفٍ اَوْ تَسْرِيْحٌۢ بِاِحْسَانٍ ۗ وَلَا يَحِلُّ لَكُمْ اَنْ تَأْخُذُوْا مِمَّآ اٰتَيْتُمُوْهُنَّ شَيْـًٔا اِلَّآ اَنْ يَّخَافَآ اَلَّا يُقِيْمَا حُدُوْدَ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ خِفْتُمْ اَلَّا يُقِيْمَا حُدُوْدَ اللّٰهِ ۙ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْهِمَا فِيْمَا افْتَدَتْ بِهٖ ۗ تِلْكَ حُدُوْدُ اللّٰهِ فَلَا تَعْتَدُوْهَا ۚوَمَنْ يَّتَعَدَّ حُدُوْدَ اللّٰهِ فَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الظّٰلِمُوْنَ

Artinya: Talak (yang dapat dirujuk) itu dua kali. (Setelah itu suami dapat) menahan dengan baik, atau melepaskan dengan baik. Tidak halal bagi kamu mengambil kembali sesuatu yang telah kamu berikan kepada mereka, kecuali keduanya (suami dan istri) khawatir tidak mampu menjalankan hukum-hukum Allah. Jika kamu (wali) khawatir bahwa keduanya tidak mampu menjalankan hukum-hukum Allah, maka keduanya tidak berdosa atas bayaran yang (harus) diberikan (oleh istri) untuk menebus dirinya. Itulah hukum-hukum Allah, maka janganlah kamu melanggarnya. Barangsiapa melanggar hukum-hukum Allah, mereka itulah orang-orang zalim. (QS. Al-Baqarah ayat 299). []