Rahmah

Gus Baha: Begini Hukum Puasa Orang yang Bekerja

Orang yang bekerja bagaimana sih puasanya?


Gus Baha: Begini Hukum Puasa Orang yang Bekerja
Gus Baha (Pwnujatim)

AKURAT.CO, KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau lebih dikenal dengan Gus Baha' adalah salah satu ulama Nahdlatul Ulama yang berasal dari Rembang. 

Gus Baha' dikenal sebagai salah satu ulama ahli tafsir yang memiliki pengetahuan mendalam seputar al-Qur'an. Ia merupakan salah satu murid dari ulama kharismatik, KH Maimun Zubair.

Dalam salah satu tayangan video Ngaji Ulama NU, pada Rabu (14/04/2021), Gus Baha menjelaskan tentang puasanya orang yang bekerja. Itu, kata Gus Baha, penting dinaskan sebab ada banyak yang bertanya.

Kepada orang yang sedang bepergian, kata Gus Baha, memang ada ketentuan untuk tidak melakukan ibadah puasa dan ia menqodo di hari atau bulan yang lain. Kita tak boleh memaksakan orang yang bepergian untuk berpuasa.

Tetapi menjadi problem, misalnya, jika orang yang bekerja sebagai supir bus dengan mengatakan sedang bepergian sehingga tidak berpuasa. Problemnya jika ia menqodo, kapan waktunya? Sementar selama hidupnya ia jalani untuk menyetir mobil?

Menurut Gus Baha dengan mengutip pendapat Ahamd Ibn Hambal, yang dimaksudkan dengan musafir itu orang yang pergi ke suatu tempat yang asing. Jika seperti supir atau pekerja-pekerja tidak dinamakan sedang bepergian, tetapi sedang bekerja.

Dari penjelasan di atas, Gus Baha memberi penjelasan bahwa orang yang bekerja hendaknya melakukan puasa, sebab hakikatnya bukan sedang tidak bepergian. Tentu saja beda hukumnya jika kemudian pekerja itu tidak kuat atau sakit selama menjalankannya, maka boleh berbuka dan tidak puasa, serta harus menqodonya. Wallahu A'lam.[]

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu