News

Guru Besar UI Sindir Rektor Rangkap Jabatan: Jadi Komisaris Tentu Sangat Menggiurkan

Guru Besar FEB UI Prof Mayling Oey Gardiner justru mengusulkan agar pemerintah menarik PP 75/2021 tentang Statuta UI.


Guru Besar UI Sindir Rektor Rangkap Jabatan: Jadi Komisaris Tentu Sangat Menggiurkan
Landmark Universitas Indonesia Kampus Depok. Fotografer ISTIMEWA (ISTIMEWA)

AKURAT.CO, Peraturan Pemerintah Nomor 75 tahun 2021 tentang Statuta UI seperti memperpanjang kontroversi baru soal memperbolehkan rektor merangkap jabatan. 

Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) Prof Mayling Oey Gardiner justru mengusulkan agar pemerintah menarik PP tersebut.

Ia juga memberikan sindiran mengenai jabatan rektor yang seharusnya memiliki intelektual.

"Harus tetap bunyi as intelektual, harus tetap nulis, tetap meneliti. Jadi sebenarnya untuk rektor kan enggak ada waktu lagi untuk yang lain, tapi tentu saja jadi komisaris tentu sangat menggiurkan. Setiap bulan bisa beli mobil mewah," ujar dia sebagaimana dikutip AKURAT.CO dari Diskusi Salemba “Menimbang Revisi Statuta UI, Mengapa Harus Ada?”, Jakarta, Sabtu (24/7/2021).

Ia pun sedih karena mendengar polemik adanya rektor UI yang merangkap jabatan. "Apakah itu yang menjadi idaman seorang intelektual ya? yang jadi masalah adalah suplai menjadi anggota dewan komisaris, itu kan membuat rektor UI itu posisinya tidak begitu ditinggikan as intelektual. Tetapi lebih ke komisarisnya itu yang banyak diberi imbalan," ujarnya. 

Sebelum hebohnya soal rangkap jabatan, Mayling menyoroti meme 'King of Lip Service' yang dibuat BEM UI di media sosial untuk Presiden RI Joko Widodo. Namun, ia menilai meme King of Lip Service ini tidak sepenuhnya salah. 

"Kalau dilihat jalannya, itu kan dibuat mahasiswa, ya Iluni kan dulu mahasiswa, ya mereka seperti mahasiswa lah jadi jahil, bikin poster yang memang saya sebagai rakyat Indonesia merasa menyakiti, menyebut salah seorang yang kita tahu, kita lihat setiap hari, bagaimana kerja kerasnya, apa usahanya selalu terutama di masa Covid-19 ini kan pembagiannya memang Pak Jokowi yang ngurus Covid-19," katanya.

Sebagai pengingat, mencuatnya kasus rangkap jabatan Rektor UI bermula dari meme Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) yang mengkritik Presiden Jokowi. Dalam meme tersebut terdapat foto Jokowi dengan mengenakan mahkota, dengan keterangan "Jokowi: King of Lip Service".

Munculnya meme tersebut di laman Instagram BEM UI kemudian membuat pengurus BEM UI dipanggil pihak rektorat UI. Menurut Ketua BEM UI, Leon Alvinda Putra, hasil pemanggilan tersebut ialah permintaan dari pihak rektorat UI untuk menghapus postingan tersebut.

Pemanggilan BEM UI oleh rektorat terkait meme kritikan terhadap Jokowi pun menjadi sorotan publik. Tidak sedikit yang menyebut pikah rektorat telah membatasi ruang ekpresi mahasiswa. []