News

Guru Besar UI: Pemerintah Belum Jalankan Komunikasi Krisis

Permintaan maaf saja tidak cukup, strategi komunikasi publik harus diubah


Guru Besar UI: Pemerintah Belum Jalankan Komunikasi Krisis
Ilustrasi: Pekerja melintas di JPO kawasan Sudirman, Jakarta Pusat, Jumat (2/7/2021). (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO, Guru Besar Komunikasi Universitas Indonesia (UI) Ibnu Hamid menilai permintaan maaf yang disampaikan pemerintah melalui Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan terkait belum optimalnya penanganan Covid-19 sebagai langkah tepat.

"Itu penting, dalam situasi krisis mengakui bahwa semua sedang dilakukan tetapi minta maaf belum optimal," ujar Ibnu dalam diskusi virtual bertema "PPKM End Game" yang dipantau redaksi di Jakarta, Sabtu (24/7/2021).

Meski begitu, menurutnya, Pemerintah juga perlu menunjukkan kemajuan atau tindakan yang sudah dilakukan terkait penanganan Pandemi. Dengan hal ini kepercayaan publik atau public trust terhadap pemerintah akan meningkat.

Selain itu, Ibnu menyarankan pemerintah untuk menjalan komunikasi krisis kepada masyarakat. Misalnya terkait pergantian istilah dari Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat menjadi PPKM Level 4.

"Komunikasi publik yang ditempatkan pemerintah belum pada komunikasi yang krisis. Ciri komunikasi krisis adalah komunikasi yang melaporkan secara fakta tindakan-tindakan yang sudah dilakukan atas krisis yang terjadi," tegasnya.

Menurut Ibnu, mestinya pemerintah tidak sekedar melaporkan jumlah orang yang sembuh, positif, atau meninggal dunia akibat Covid-19 tetapi juga melaporkan apa saja tindakan yang telah dilakukan untuk mengatasinya.

Dia mencontohkan, disampaikan ke masyarakat jumlah vaksin yang telah dikirim ke daerah, atau jumlah bantuan yang telah diberikan ke masyarakat, termasuk bantuan sosial dan juga upaya-upaya di bidang kesehatan.

"Jadi jangan hanya yang sudah udah dirawat sekian, yang sembuh sekian, yang wafat sekian. Itu penting, tapi yang penting adalah apa yang sudah dilakukan oleh pemerintah," pungkasnya.[]