Rahmah

Guru Besar Tasawuf Ungkap Perspektif Islam Hadapi Pandemi Covid-19

Islam memiliki solusi jitu menghadapi pandemi Covid-19


Guru Besar Tasawuf Ungkap Perspektif Islam Hadapi Pandemi Covid-19
Sri Mulyati dalam Bincang Hikmah (AKURAT.CO/Lufaefi)

AKURAT.CO Bekerjasama dengan Akurat Poll, Akurat.co kembali menyelenggarakan Bincang Hikmah dengan tema "Menakar Solusi Islam Atas Fenomena Pandemi", Minggu (10/01/2021). Dihadiri ratusan peserta secara daring, program tersebut ditayangkan via Zoom dan kanal YouTube Akurat.co serta Akurat Poll.

Bincang Hikmah Minggu kali ini menghadirkan Sri Mulyati, Guru Besar Bidang Tasawuf UIN Jakarta. Dalam penyampaiannya, Sri Mulyati menyebut dalam perspektif Islam, wabah pandemi sebagaimana Covid-19 adalah musibah bagi manusia dari Allah SWT yang harus dihadapi dengan kesabaran.

Sri yang juga merupakan tokoh Muslimat NU itu menyebut, Islam memberi perspektif yang imbang antara aspek spiritual dan aspek pencegahan medis. "Sebagaimana dalam perspektif teologi Ahlussunah wal Jama'ah, kita perlu menghadapi segala hal dengan berimbang antara dua aspek, yaitu spiritual dan dalam menghadapi wabah aspek lainnya yaitu pencegahan medis." kata Sri.

Salah satu aspek spiritual yang penting dilakukan ialah membaca Al-Qur'an. Kata Sri, keyakinan yang kuat akan kemanfaatan dan keampuhan Al-Qur'an menimbulkan respon emosional, kejiwaan yang positif dan imunostimulan yang beperan dalam menjaga stabilitas serta imun tubuh.

"Membaca Al-Qur'an dengan irama yang teratur bermanfaat bagi fisik dan manfaat bagi pembacanya. Apalagi Allah sudah menegaskan misalnya dalam QS. As-Syu'ara ayat 80 bahwa Dia Maha Penyembuh. Kemudian Qas. At-Taubah ayat 14 bahwa Al-Qur'an sebagai obat." katanya lagi.

Sri pun menyebut bahwa Al-Qur'an sebagai penyembuh dan obat atas penyakit yang diderita oleh manusia ini pernah dipraktikkan oleh Nabi Muhammad, sebagaimana dikisahkan Siti Aisyah istri beliau. Rasulullah, sambung Sri, ketika suatu hari sakit membaca ayat-ayat tertentu untuk kesembuhan, ini yang kemudian dinamakan dengan ruqyah.

Selain aspek spiritual, Islam amat menekankan aspek yang kedua yaitu aspek penanganan medis. "Upaya pencegahan wabah secara medis amat penting dilakukan. Dalam teologi Ahlussunah wal Jama'ah dikenal dengan istilah ikhtiar, yang mengharuskan seseorang melakukan 3 M, yaitu memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan menjaga jarak 1-2 meter." sambungnya.

Menyebut salah satu hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim, Sri juga mencontohkan tindakan medis yang disampaikan Rasulullah kepada umatnya manakala terjadi wabah. Rasulullah, lanjut Sri, dalam masa wabah melarang umatnya untuk masuk ke wilayah tertentu yang terjangkit wabah. Demikian kata Sri, dalam konteks sekarang, relevan dengan PSBB yang meski dijalankan oleh semua manusia.

Selain menegaskan bahwa pandemi ini adalah musibah, Sri pun menyampaikan bahwa wabah adalah makhluk Allah. "Wabah adalah makhluk Allah. Allah pun dalam Al-Qur'an menegaskan pasti akan menguji manusia. Maka demikian manusia harus sabar, selalu berperasangka baik, dan mengambil hikmah yang ada, misalnya hikmah lingkungan menjadi lebih sehat selam pandemi." sambungnya di depan ratusan peserta.

Bincang Hikmah diadakan setiap hari Minggu pukul 09.00-10.30 live melalui zoom dan kanal YouTube Akuat.co dan Akurat Poll. Program ini menghadirkan tokoh-tokoh Islam dari berbagai disiplin ilmu untuk memberikan pencerahan dan hikmah Islam atas segala apa yang dihadapi manusia.[]