News

Gunung Merapi Keluarkan Dua Kali Gempa Guguran dengan Asap Tebal Setinggi 20 Meter


Gunung Merapi Keluarkan Dua Kali Gempa Guguran dengan Asap Tebal Setinggi 20 Meter
Titik api diam teramati di puncak Gunung Merap iterlihat dari Bukit Klangon, Glagaharjo, Sleman, Yogyakarta Sabtu (23/2/2019). BPPTKG mencatat, selama periode 00.00-06.00 WIB merekam aktivitas gempa guguran Merapi sebanyak 6 kali dengan durasi 19.7-62.7. Warga sekitar yang ikut melakukan pengamatan sempat merasasakan getaran dan gemuruh yang bersumber dari puncak Gunung Merapi. (Wean Guspa Upadhi)

AKURAT.CO, Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menyampaikan bahwa Gunung Merapi di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah mengalami dua kali gempa guguran pada Kamis (23/5/2019). 

Kepala BPPTKG Hanik Humaida dalam keterangan resminya mengatakan, gempa guguran yang terekam selama periode pengamatan pukul 00.00-06.00 WIB amplitudonya 10-20 mm dan berlangsung 36-77 detik.

"Hasil pengamatan visual menunjukkan kawah gunung api paling aktif di Indonesia itu mengeluarkan asap putih tebal setinggi 20 meter di atas puncak kawah gunung," kata Hanik di Yogyakarta, Kamis (23/5/2019). 

Ia menyampaikan bahwa gunung api itu, angin bertiup lemah ke arah timur, suhu udara 15-19 derajat Celsius, kelembaban udara 67-96 persen, dan tekanan udara 568-710 mmHg.

"Hasil analisis foto udara pada 4 Mei 2019 menunjukkan volume kubah lava Merapi 458.000 meter kubik," ujar dia.

Sejak Januari 2019 volume kubah lava terhitung relatif tetap karena sebagian besar ekstrusi magma langsung meluncur ke hulu Kali Gendol sebagai guguran lava maupun awan panas.

Hingga saat ini BPPTKG mempertahankan status Gunung Merapi pada Level II atau Waspada dan untuk sementara tidak merekomendasikan kegiatan pendakian kecuali untuk kepentingan penyelidikan dan penelitian yang berkaitan dengan mitigasi bencana.

"BPPTKG meminta warga tidak melakukan aktivitas dalam radius tiga kilometer dari puncak Gunung Merapi," tukasnya.[]