News

Gunakan Teknologi Tingkat Tinggi, Penipu ini Berhasil Buat Manajer Bank Transfer Rp493 Miliar

Orang yang dia ajak bicara di telepon telah menggunakan teknologi "deepvoice" bertenaga AI untuk mengkloning suara klien bank


Gunakan Teknologi Tingkat Tinggi, Penipu ini Berhasil Buat Manajer Bank Transfer Rp493 Miliar
Ilustrasi Uang (pixabay.com)

AKURAT.CO Seorang manajer bank di Uni Emirat Arab baru saja melakukan kesalahan paling 'tidak masuk akal' sepanjang kariernya, seperti diberitakan Oddity Central.

Cerita dimulai ketika manajer yang tidak disebutkan namanya itu menerima telepon dari seseorang yang ia kenali sebagai kliennya, direktur perusahaan yang pernah berbicara dengannya sebelumnya. Pria itu bersemangat karena perusahaannya akan melakukan akuisisi penting, jadi dia membutuhkan bank untuk transfer sebesar USD 35 juta (Rp493 miliar) sesegera mungkin.

Klien menambahkan bahwa seorang pengacara bernama Martin Zelner telah dikontrak untuk menangani akuisisi, dan manajer dapat melihat email dari pengacara di kotak masuknya. Dia telah berbicara dengan klien sebelumnya, dia mengenali suaranya, dan dia yakin apa yang dikatakan kliennya.

Manajer bank tersebut kemudian mengizinkan transfer senilai Rp493 miliar. Tetapi pada kenyataannya, dia baru saja menjadi korban penipuan teknologi tinggi yang rumit. Orang yang dia ajak bicara di telepon telah menggunakan teknologi "deepvoice" bertenaga AI untuk mengkloning suara klien bank dan membuatnya mustahil bagi siapa pun untuk membedakannya dari aslinya.

Kini, UEA sedang mencari bantuan penyelidik Amerika untuk melacak sebagian dari uang tersebut yang tampaknya masuk ke rekening berbasis di AS yang dipegang oleh Centennial Bank.

Tidak banyak info yang terungkap dalam kasus ini, selain fakta bahwa  pihak berwenang UEA percaya bahwa skema rumit itu melibatkan setidaknya 17 orang dan uang itu dikirim ke rekening di seluruh dunia, untuk mempersulit pelacakan dan pemulihan. Baik Kantor Penuntutan Publik Dubai maupun pengacara Amerika yang disebutkan oleh para penipu, Martin Zelner, tidak menanggapi permintaan komentar Forbes, pada saat penulisan ini.

Kasus pencurian bank ini jadi yang kedua yang diketahui melibatkan teknologi deepvoice, dengan yang pertama terjadi pada tahun 2019, tetapi para ahli kejahatan dunia maya memperingatkan bahwa ini baru permulaan. []