Ekonomi

Gulirkan DP 0 Persen, BI: Ada Peningkatan Pengajuan KPR hingga 40 Persen

Bank Indonesia meluncurkan uang muka (DP) 0 persen untuk kredit pemilikan rumah (KPR)


Gulirkan DP 0 Persen, BI: Ada Peningkatan Pengajuan KPR hingga 40 Persen
Yanti Setiawan selaku Direktur Departemen Kebijakan Makroprudensial Bank Indonesia (AKURAT.CO/Andoy)

AKURAT.CO Beberapa waktu lalu, Bank Indonesia (BI) meluncurkan uang muka (DP) 0 persen untuk kredit pemilikan rumah (KPR), dimana pengguliran kebijakan tersebut sudah diteken pada saat pertengahan Februari 2021 lalu.

Sudah hampir berjalan satu bulan, Bank Indonesia mengklaim bahwasanya relaksasi atau aplikasi DP 0 persen tersebut mampu mendongkrak pengajuan KPR perbankan hingga 40 persen.

Yanti Setiawan selaku Direktur Departemen Kebijakan Makroprudensial Bank Indonesia menyampaikan bahwa berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh Bank Indonesia beberapa waktu lalu, melalui hadirnya relaksasi down payment rumah 0 persen menunjukkan adanya peningkatan signifikan, khususnya oleh para Himpunan Bank Milik Negara (HIMBARA).

" Di dalam penerapan ketentuan DP 0 persen ini khususnya oleh bank HIMBARA menunjukkan adanya suatu peningkatan yang signifikan dari aplikasi Kredit KPR. Dimana tercatatkan sebesar 6,5 persen sampai dengan 40 persen secara Month to Month (MtM) di bulan Maret lalu," ucapnya dalam acara Webinar Akurat.co bertemakan 'Relaksasi DP 0 Persen Sebagai Senjata Utama Peningkatan Kredit', di Jakarta, Rabu (7/4/2021).

Melihat adanya peningkatan siginifikan tersebut, lanjut Yanti, hal ini menjadikan suatu sinyal positif bahwa kebijakan yang dikeluarkan tersebut berjalan efektif dalam memulihkan industri properti dan turunannya. 

" Ini jadi sinyal positif untuk perbankan disalurkan kreditnya, di mana permintaan properti diperkirakan meningkat," tuturnya.

Mengingat industri properti sangatlah strategis, tambahnya, tampak dari total seluruh pekerja yang teribat didalam sektor tersebut mencapai 30 juta orang. Bahkan menurut data yang dari Menteri Keuangan menunjukkan jika sektor ekonomi yang terlibat dalam properti ini, mencapai 174 sektor usaha turunannya.

" Nah berarti kalau kita menggerakan sektor properti ini maka akan ada banyak sekali sektor-sektor yang bisa ditarik dari turunannya," terangnya.

Meskipun begitu, sayangnya tak semua bank bisa memberikan pelonggaran LTV hingga 100 persen. Sebab bank sentral hanya mengizinkan bank yang memenuhi kriteria kesehatan rasio kredit bermasalah (NPL/NPF) tertentu. 

Prabawati Sriningrum

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu