Lifestyle

Gula Darah yang Diderita Sapri Menyerang Ginjal, Kok Bisa? Ini Penyebabnya

Penyakit gula darah yang diderita Sapri sudah menyerang ginjal hingga pembuluh darah kaki. Kenapa penyakit gula darahnya Sapri bisa menyerang ginjalnya?


Gula Darah yang Diderita Sapri Menyerang Ginjal, Kok Bisa? Ini Penyebabnya
Kolase Perjuangan Karier Sapri (Instagram/sapri_pantun)

AKURAT.CO, Adik kandung pelawak Sapri Pantun, Dolly, menceritakan kondisi terkini sang kakak. Menurut Dolly, penyakit gula darah yang diderita Sapri sudah menyerang ginjal hingga pembuluh darah kaki. Hal tersebut diketahui lewat konten video Youtube Trans TV Official.

“Kata kakak ipar saya yang jaga (Sapri) tadi baru video call-an sama saya, dia harus dirujuk ke rumah sakit yang lebih memadai. Baru banget tadi, tadi saya disuruh ngurus rujukan karena baru banget dapat kabar udah mau menyerang ginjal sama pembuluh darahnya. Pembuluh darah di kaki tersumbat, jadi kaki kirinya mengecil,” ujar Dolly lewat konten YouTube Trans TV Official, dikutip Minggu, (9/5).

Sebelumnya, Dolly pernah mengatakan bahwa Sapri dirawat di ICU karena kadar gula daranya yang lebih dari 1.143. Padahal, kadar gula yang normal ialah 70-199. Lalu kenapa penyakit gula darahnya Sapri bisa menyerang ginjalnya?

Dilansir dari Better Health, salah satu penyebab gagal ginjal adalah penyakit diabetes melitus, suatu kondisi yang ditandai dengan kadar gula darah yang tinggi.

Seiring waktu, kadar gula yang tinggi dalam darah dapat merusak jutaan unit penyaringan kecil di dalam setiap ginjal. Sebab, apabila kadar gula darah tinggi, maka ginjal harus bekerja ekstra keras untuk membuang kelebihan kadar gula tersebut untuk menjadi urine atau air kencing.

Jika kondisi ginjal yang bekerja ekstra dibiarkan terjadi dalam waktu lama, maka ginjal dapat mengalami kerusakan dan perlahan-lahan bisa kehilangan fungsinya untuk menyaring limbah atau racun. Kondisi inilah yang pada akhirnya berindikasi pada gagal ginjal.

Oleh karena itu, dokter yang merawat Sapri merujuknya ke rumah sakit. Sebab, ginjal Sapri yang sudah terserang gula darah harus diperiksa lebih intensif untuk memastikan fungsinya, apakah masih baik atau sudah termasuk gagal ginjal. Dokter melakukan serangkauan tes seperti tes BUN, tes kreatinin, tes LFG, tes urine microalbuminuria, uji pencitraan dan biopsy ginjal.

Tes BUN (blood urea nitrogen) atau ureum bertujuan mengukur kadar urea nitrogen dalam darah. Urea nitrogen adalah zat sisa metabolisme yang normalnya disaring oleh ginjal dan dibuang bersama urine.

BUN yang tinggi dapat menunjukkan kelainan pada ginjal. Kadar BUN normal tergantung kepada usia dan jenis kelamin, yaitu 8-24 mg/dL pada pria dewasa, 6-21 mg/dL pada wanita dewasa, dan 7-20 mg/dL pada anak usia 1-17 tahun.

Selanjutnya tes kreatinin, tes ini dilakukan untuk mengukur kadar kreatinin dalam darah sama seperti urea nitrogen. Kreatinin juga merupakan limbah sisa metabolisme yang seharus dibuang bersama urine.

Umumnya, kreatinin normal pada individu 18-60 tahun berkisar antara 0.9-1.3 mg/dL untuk pria, dan 0.6-1.1 mg/dL untuk wanita.

Lalu tes LFG (laju filtrasi glomerulus), tes LFG adalah jenis tes darah yang dilakukan untuk mengukur fungsi ginjal. Makin rendah nilai LFG, makin buruk fungsi ginjal dalam menyaring limbah.

Biasnya, hasil tesnya diterjemahkan dalam ukuran stadium seperti stadium 1 (LFG 90 ke atas): ginjal berfungsi dengan baik; stadium 2 (LFG 60-89): gangguan ringan pada fungsi ginjal; stadium 3 (LFG 30-59): gangguan fungsi ginjal tahap menengah; stadium 4 (LFG 15-29): gangguan berat pada fungsi ginjal; stadium 5 (LFG 15 ke bawah): gagal ginjal.

Ada juga tes urine microalbuminuria. Tes ini dilakukan dengan mengambil sampel urine pasien secara acak saat pagi hari atau ditampung selama 24 jam untuk mengukur kadar albumin dalam urine yang seharusnya tak terbuang dari ginjal.

Kadar albumin dalam urine masih terbilang normal bila di bawah 30 mg. Sedangkan kadar albumin dalam kisaran 30-300 mg (mikroalbuminuria) menandakan kondisi penyakit ginjal tahap awal.

Bila lebih dari 300 mg (makroalbuminuria), kondisi tersebut menandakan penyakit ginjal yang sudah berkembang lebih parah.

Selanjutnya ada uji pencitraan. Untuk tes ini, biasanya dokter melakukan USG ginjal atau foto Rontgen, untuk melihat struktur dan ukuran ginjal pasien. CT scan dan MRI juga dilakukan guna menilai kondisi sirkulasi darah di ginjal.

Terakhir ada biopsi ginjal. Tes ini dilakukan bila diperlukan oleh dokter, dengan cara mengambil sedikit sampel jaringan dari ginjal pasien. Sampel tersebut akan diambil dengan jarum halus dan diteliti menggunakan mikroskop.

Bisa saja Sapri tidak melakukan rangkaian semua tes itu untuk pemeriksaan, atau hanya beberapa saja. Hal itu tergantung hasil observasi dokter yang merawat Sapri di rumah sakit yang sudah menerima rujukannya serta laporan dari dokter yang sempat merawat Sapri.

Oleh karena itu, kawan Akurat.co, juga diminta mendoakan kesembuhan Sapri supaya Sapri bisa melawan sakit gula darah yang sedang dideritanya saat ini, kembali sembuh dan kembali berkumpul bersama keluarga seperti sedia kala.[]

Bonifasius Sedu Beribe

https://akurat.co