News

Guinea Dilanda Kudeta! Tentara Culik Presiden Alpha Conde dan Bubarkan Konstitusi 

Militer mengklaim bahwa Presiden Alpha Conde berada di 'tempat aman'.


Guinea Dilanda Kudeta! Tentara Culik Presiden Alpha Conde dan Bubarkan Konstitusi 
Para komplotan kudeta Guinea mengatakan akan menulis ulang konstitusi negara (Cellou Binani/AFP)

AKURAT.CO  Pasukan khusus Guinea telah melakukan kudeta pada Minggu (5/9), dan menahan Presiden Alpha Conde. Dalam upaya itu, para tentara juga mengumumkan jam malam nasional dan mengatakan aturan akan berlaku 'sampai pemberitahuan lebih lanjut' serta penggantian gubernur oleh militer.

"Kami telah memutuskan bahwa setelah menangkap presiden, kami membubarkan konstitusi," kata seorang perwira berseragam yang diapit oleh tentara yang membawa senapan serbu dalam sebuah video yang dikirim ke AFP.

Perwira itu kemudian mengatakan bahwa perbatasan darat dan udara Guinea telah ditutup dan pemerintah telah dibubarkan.

Lalu, dalam video lain yang juga dikirim ke AFP menunjukkan Conde duduk di sofa sambil dikelilingi oleh pasukan Guinea. Dalam rekaman itu, wajah Conde tampak kusut dan dia menolak menjawab pertanyaan dari seorang tentara tentang perlakuan yang diterimanya. 

Pada Minggu malam waktu setempat, pasukan khusus mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka memberlakukan jam malam nasional. Junta militer Guinea juga mengatakan bahwa mereka akan bertemu dengan para menteri kabinet Conde dan pejabat tinggi lainnya pada Senin (6/9) pukul 11 ​​pagi waktu setempat di ibu kota Conakry.

Sementara itu, dalam sebuah wawancara eksklusif dengan France24, Kepala Unit Tentara Elit Guinea mengonfirmasi bahwa Conde memang telah ditahan oleh pasukannya. 

Belum jelas di mana persisnya Conde ditahan oleh junta Guinea. Namun, militer mengklaim bahwa Conde berada di 'tempat aman'.

"Presiden bersama kita, dia di tempat yang aman. Dia sudah ke dokter tidak ada masalah.

"Seluruh tentara ada di sini, dari Nzerekore hingga Conakry, untuk membantu membangun negara ini," kata Letnan Kolonel Mamady Doumbouya saat diwawancara oleh koresponden France24, Malick Diakite.