News

Gugup dan Pucat Pasi, 13 Calon Pekerja Imigran Ilegal Diamankan Petugas BP2MI

Sebanyak 13 orang calon pekerja migran dari berbagai daerah di Indonesia berhasil diamankan, Senin malam (19/4/2021).


Gugup dan Pucat Pasi, 13 Calon Pekerja Imigran Ilegal Diamankan Petugas BP2MI
Para calon pekerja imigran tujuan negara-negara timur tengah terciduk di salah satu kamar di sebuah apartemen di Jakarta Pusat, Senin malam (19/4/2021).

AKURAT.CO, Sebanyak 13 orang calon pekerja migran dari berbagai daerah di Indonesia berhasil diamankan petugas Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), Senin malam (19/4/2021). Penggerebekan itu dilakukan di lantai 12 Apartemen Istana Harmoni, Gambir, Jakarta Pusat. Dengan sigap, petugas merangsek ke salah satu kamar di lantai 12 itu. 

Wajah 13 calon pekerja migran itu mendadak pucat pasi saat melihat tim penggerebek sudah berdiri sigap dihadapan mereka. Mereka tak berkutik. Kamar di lantai 12 itu telah dideteksi sebagai tempat penampungan ilegal. Semuanya tak terdiam tanpa bisa berkata apa-apa. Dari 13 orang itu, satu diantaranya merupakan seorang perempuan. Melihat suasana yang seketika berubah tegang, petugas berusaha menenangkan. 

"Bapak tenang. Kami akan bantu. Bapak tenang saja. Kami dari pemerintah ingin membantu kalian," kata Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Rhamdani yang memimpin penggerebekan itu. 

Saat ditanyai, salah satu diantara 13 orang itu menjawab polos. Dia mengaku akan dikirim ke Qatar untuk bekerja. Ia mengaku telah membayar kepada agency perantara mereka sebagai deposit payment (DP). 

"Kalo saya mau ke Qatar pak. Temen temen yang lain beda-beda," jawab Eko (40) salah satu calon pekerja imigran menjawab pertanyaan Benny. 

Petugas yang ikut dalam penggerebekan itu dengan sigap memeriksa dokumen 13 calon pekerja migran ilegal itu. Dari hasil pemeriksaan dokumen keberangkatan itu diketahui bahwa mereka direkrut oleh PT Savannah Agency Indonesia. Perusahan itu beralamat di Jalan Puri Raya Kembangan, Jakarta Barat. Saat itu juga petugas menelusuri profile perusahaan itu pada sistem BP2MI. Hasilnya sudah diduga sebelumnya. Ya, itu perusahaan bodong. 

"Kita sudah cek. Perusahaan tidak resmi. Tidak ada izin rekrutmen dan penempatan. Ini jelas penipuan. Kalo bapak tetap jalan, Paspor bapak bisa ditahan, kami di sini ingin membantu," ujarnya.

Dari hasil pemeriksaan dokumen, Benny Rhamdani mengatakan, ke 13 orang itu rencananya bakal dikirim ke beberapa negara di Timur Tengah. Seperti Qatar, Mesir, Turkey dan Dubai. Tetapi, lagi-lagi Benny mengatakan bahwa perusahaan agency itu Ilegal karena tidak ada izin. Para pencari kerja itu dimintai uang bervariasi. Mulai dari Rp 2 juta hingga Rp 3 juta. 

"Mereka ini dijanjikan akan dikerjakan di restoran kemudian di Pabrik. Jadi jangankan travel, LPK yang biasa memfasilitasi calon pekerja tidak punya izin atau menempatkan pekerja ke negara penempatan. Ini menjadi kerja sindikat ilegal, mereka hanya mengambil keuntungan," ujarnya.

Ke 13 calon imigran ilegal itu lantas digiring dan dipindahkan sementara ke penampungan BP2MI di kawasan Ciracas Jakarta Timur. Mereka juga akan di berikan fasilitas sementara baik makan dan tempat tinggal. 

"Ini perdagangan orang yang harus kita perangi bersama. Negara tidak boleh kalah, kita tidak boleh memperdagangkan demi keuntungan semata," ujarnya.[]

Erizky Bagus

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu